Jakarta, TopBusiness – Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) merupakan dukungan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dalam pengentasan kemiskinan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Melalui program pengembangan masyarakat (PPM) ini, EMCL menggulirkan bantuan ternak ayam petelur kepada 400 keluarga pra-sejahtera produktif di 16 desa yang tersebar di 3 kecamatan sekitar wilayah operasi hulu migas.
Sebanyak 21.600 ekor ayam petelur dibagikan secara bertahap, dengan setiap keluarga menerima 54 ekor ayam, kendang, pakan dan pendampingan teknis selama 5 bulan dari lima Lembaga mitra, lima 2B, LSM Gemuruh, Alas Institut, Bappeka dan PIB Bojonegoro. Penerima manfaat juga berkontribusi dalam penyediaan rangka atap kendang, sementara material atap disediakan oleh program.
Program GAYATRI mendapat apresiasi dari Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang menyebutnya sebagai percontohan untuk program serupa di masa depan. Dukungan juga dating dari pemerintah desa dan masyarakat, termasuk kepada Desa Gayam dan para penerima manfaat yang menyatakan bahwa program ini mudah dijalankan dan memberikan hasil yang menjanjikan.
Selain kontribusi sosial EMCL juga memberikan dampak ekonomi besar bagi Bojonegoro. Pada tahun 2024, pendapatan negara dari Proyek Banyu Urip mencapai lebih dari US$34,5 miliar atau setara dengan Rp 579 triliun, lebih dari 10 kali lipat nilai investasi awal.
Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari proyek ini menyumbang sekitar 40% APBD Bojonegoro, menjadikan EMCL sebagai salah satu motor utama pembangunan daerah. EMCL juga tercatat sebagai wajib pajak badan terbesar di Bojonegoro. Program GAYATRI menjadi bukti nyata sinergi antara industry migas, pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi local secara berkelanjutan.
Ditegaskan Marsha C. Arief, strategic Community Invesment EMCL, kami sebagai perusahaan hulu migas asing yang beroperasi di Indonesia sangat memberikan dan berkontribusi dalam membangun perekonomian daerah dan masyarakat dalam bentuk PPM (Program Pengembangan Masyarakat).
“Ini dalam rangka patuh dalam menerapkan ISO 26000, Creating Shared Value dan sasaran SDGs dan juga menargetkan Environment, Sosial and Governance (ESG). Jadi keberadaan kami sangatlah memberikan dampak besar kepada pembangunan perekonomian daerah, meningkatkan kualitas dan kemampuan UMKM naik kelas menjadi pelaku pasar global”, tegas Marsha kepada TopBusiness pada media visist JABANUSA media ibu kota, beberapa waktu lalu.
