Jakarta, BusinessNews Indonesia—Direktur Bina Sistem Pembiayaan Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (PUPR), Rifaid M. Nur, mengatakan bahwa implementasi proyek percontohan dekonsentrasi pembiayaan perumahan, terus berjalan.
Sehubungan itu, ada sejumlah pihak yang terlibat. “Satu di antara itu adalah ‘tabip’ atau tenaga ahli bidang pembiayaan perumahan. Ada dua orang di tiap propinsi,” kata Rifaid dalam wawancara khusus dengan Majalah BusinessNews Indonesia, di Jakarta belum lama ini.
Selain itu, Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) juga terlibat untuk aktivitas tersebut. Demikian pula sejumlah pokja (kelompok kerja), ataupun dinas-dinas pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa untuk tahun 2017, dekonsentrasi perumahan ada di 16 propinsi. Menjelang akhir tahun 2017, data tentang kelompok sasaran potensial Pembiayaan Swadaya Mikro Perumahan (PSMP), diperkirakan sudah terkumpul.
Tahun 2017, setiap propinsi mendapatkan satu lokasi proyek percontohan PSMP. Contohnya, di Tabanan (Bali), ada satu lokasi home stay yang menjadi lokasi proyek tersebut.
“Salah satu lokasi lain, di perbatasan dengan Timor Leste. Jadi, PSMP ini cocok dengan Program Nawa Cita yang membangun dari pinggiran,” Rifaid menjelaskan.
