TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Halal Capai Nilai USD3,36 Triliun di 2028

Achmad Adhito
26 September 2025 | 15:41
rubrik: Business Info
Politeknik APP dan DVLA Kolaborasi Mudahkan UMKM Peroleh Sertifikat Halal

Sumber Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Saat ini, potensi pasar industri halal dunia semakin menjanjikan. Konsumsi umat Muslim global pada enam sektor ekonomi syariah mencapai USD 2,43 triliun pada 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi USD 3,36 triliun pada 2028.

“Sementara itu, pasar domestik Indonesia juga sangat besar, ditopang oleh 246 juta penduduk Muslim dengan konsumsi rumah tangga yang mencapai Rp 3.226,1 triliun pada semester I 2025,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin), Agus Kartasasmita, dalam keterangan resmi, hari ini.

Berdasarkan State of The Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dalam ekosistem industri halal dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi. Capaian ini semakin menguat karena Indonesia tercatat sebagai negara dengan kenaikan skor tertinggi dibanding 2022, yaitu meningkat 19,8 poin.

Kinerja industri halal di dalam negeri pun terus menunjukkan tren positif. Hingga triwulan II 2025, jumlah industri halal di Indonesia mencapai 140.944 perusahaan, yang didominasi sektor makanan sebanyak 130.111 industri.

Jumlah produk tersertifikasi halal telah mencapai 584.552 produk dengan 162.111 sertifikat halal.

“Dari sisi investasi, Indonesia menjadi negara dengan nilai investasi terbesar pada sektor industri halal global dengan capaian USD 1,6 miliar dari total USD 5,8 miliar sepanjang tahun 2023–2024,” kata menteri tersebut.

Meski demikian, ekspor produk halal Indonesia baru mencapai USD 12,33 miliar pada 2023, sedangkan nilai impor dari negara-negara OKI mencapai USD 29,64 miliar.

Menperin menegaskan kondisi ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. “Kita tidak boleh hanya menjadi pasar, melainkan harus tampil sebagai pusat produksi dan inovasi halal global,” tegasnya.

BACA JUGA:   Industri Kulit Tumbuh 13,12%
Tags: agus kartasasmitanilai industri halal
Previous Post

Gelorakan Semangat Kepedulian, PDAM Tirta Aji Kembali Gelar Acara Jum’at Berkah

Next Post

Pemerintah Kumpulkan Pajak Digital Rp 41,09 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR