Jakarta, TopBusiness—Indonesia menunjukkan tren recovery yang solid dalam kinerja perhotelan, terutama di Jakarta dan Bali, didorong oleh wisata domestik dan kunjungan internasional. Hal itu dikatakan oleh konsultan properti dari CBRE Indonesia, Anton Sitorus, dalam riset terbaru yang diterima hari ini oleh Majalah TopBusiness.
Wisatawan domestik tetap menjadi sumber permintaan utama, didukung oleh peningkatan konektivitas udara antar wilayah dan inisiatif pemerintah dalam mempromosikan pariwisata lokal dan event-event nasional.
Anton pun menjelaskan, Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan, dengan peningkatan permintaan untuk hotel mewah dan berfokus pada konsep wellness. Terjadi pergeseran menuju wisata destinasi, termasuk ekowisata dan wisata budaya.
Tren Investasi
Indonesia dipandang menarik minat investor regional dan global, terutama di segmen hotel resor dan lifestyle. Investor cukup optimis terhadap pertumbuhan jangka panjang, dengan minat pada branded residences.
Sementara itu, Anton menambahkan, proyek hotel baru terkonsentrasi di Jakarta, Bali, selain di kota-kota seperti Yogyakarta dan Lombok.
Fokus pembangunan hotel baru masih pada hotel brand kelas menengah dan atas, yang memadukan pemanfaatan teknologi digital dan konsep sustainability.
Tantangan di pasar perhotelan berkisar pada sektor infrastruktur yang belum terlalu memadai, regulasi yang kompleks dan SDM di sektor perhotelan. “Peluang pasar masih terbuka di proyek hotel yang berbasis teknologi, konsep bangunan hijau dan kemitraan dengan operator lokal” kata Anton.
