Jakarta, TopBusiness—Analis dari Indo Premier Sekuritas (Ipot), David Kurniawan, pagi ini memberikan rekomendasi minggguan untuk investor saham. Dalam riset yang diterima redaksi Topbusiness.id, pagi ini, David mengatakan: berbicara tentang potensi market pada pekan ini (29 September-3 Oktober 2025), David menyebutkan ada 2 sentimen yang wajib dipantau.
Pertama, kebijakan dan kepemimpinan fiskal, dalam hal ini, pasar akan sangat memerhatikan langkah menteri keuangan baru. Yang jadi perhatian adalah kemungkinan langkah memertahankan disiplin fiskal, terutama defisit anggaran serta sinyal-sinyal terkait stimulus atau pengeluaran pemerintah.
Kedua, sentimen cukai rokok yang berpotensi tidak dinaikkan pada 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk tahun 2026 tidak akan dinaikkan. Hal ini sesuai dengan keinginan pelaku industri rokok dan petani agar ada moratorium selama beberapa tahun ke depan.
“Investor sebaiknya melakukan akumulasi bertahap pada saham berfundamental kuat di sektor perbankan, konsumer, dan komoditas ekspor, sedangkan trader manfaatkan potensi bullish jangka pendek dengan koleksi saham yang uptrend,” saran David.
Ia merekomendasikan saham dan reksadana berikut ini.
- Buy on Breakout HMSP (Current Price: 875, Entry: 900, Target Price: 1.000 (11,11%), Stop Loss: 856 (-4,89%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,3). Sektor rokok mulai kembali menarik, semenjak sentimen terkait cukai. Value di harga PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) saat ini memberikan bantalan yield dividen yang cukup menarik. Jangka pendek harga mulai bergerak uptrend dan ada potensi untuk breakout.
- Buy ANTM (Current Price: 3.210, Entry: 3.210, Target Price: 3.470 (8,10%), Stop Loss: 3.090 (-3,74%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,2). Sektor emas masih menjadi primadona didukung dengan kenaikan komoditasnya di all time high. Meskipun ada tekanan jual di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), saat ini tepat di area demandnya.
- Buy on Pullback BTPS (Current Price: 1.390, Entry: 1.350-1.370, Target Price: 1.490 (10,37%), Stop Loss: 1.300 (-3,70%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,8). PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) didukung dengan fundamental dengan pertumbuhan 8M 2025 dan secara teknikal saat ini sedang sideways di area demand dalam trend kenaikannya.
- Buy Reksa Dana Saham Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC). Power Fund Series (PFS) ini menawarkan diversifikasi instan ke saham konsumer dengan biaya rendah, potensi imbal hasil 5–10% di atas IHSG, serta dikelola oleh manajer berpengalaman yang menguasai 65% pasar ETF saham Indonesia.
