TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

ID FOOD Serap Gula Petani Rp 1,75 Triliun

Nurdian Akhmad
29 September 2025 | 10:49
rubrik: Business Info
Perhutani dan PG Rajawali I Sinergi Dukung Swasembada Gula

Jakarta, TopBusiness – Holding BUMN Pangan ID FOOD mencatat penyerapan gula petani per 28 September 2025 mencapai 121.312 ton atau setara Rp 1,75 triliun.

Angka penyerapan gula petani tersebut terdiri dari penyerapan yang dilakukan ID FOOD sebanyak 92.830 ton, SGN sebanyak 6.896 ton, dan pedagang sebanyak 21.586 ton.

SVP Sekretaris Perusahaan ID FOOD, Yosdian Adi Pramono menjelaskan, total serapan gula petani sebesar 121.312 ton itu dilakukan dengan menggunakan mekanisme pendanaan Danantara, komersial, internal, dan pedagang.

“Penyerapan gula dilakukan di 24 pabrik gula, yang terdiri dari 18 pabrik gula SGN dam 6 pabrik gula ID FOOD,” ujar Yosdian melalui keterangan tertulis, Senin (29/9/2025).

Dia  mengatakan pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan pedagang guna menjaga harga gula petani agar tidak jatuh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP), sekaligus menjaga pasokan gula nasional.

“Kami memahami keresahan petani saat musim giling tebu, terutama terkait harga yang berpotensi turun. Karena itu, ID FOOD bersama SGN serta pedagang terus menggenjot penyerapan gula secara bertahap. Dengan mekanisme ini, harga petani tetap terjaga dan distribusi gula ke pasar berjalan stabil,” kata Yosdian.

Tahun ini, berdasarkan data neraca komoditas Badan Pangan Nasional (Bapanas), konsumsi gula nasional diperkirakan mencapai 2.841.928 ton, sementara produksi gula kristal putih (GKP) dalam negeri baru sekitar 2.589.073 ton.

Keterlibatan BUMN pangan melalui skema penyerapan dan distribusi diharapkan mampu menjaga stabilisasi stok dan harga. Sehingga mempersempit kesenjangan antara produksi dan kebutuhan masyarakat.

Yosdian mengatakan upaya kolaboratif ini juga mendorong terciptanya rantai pasok gula yang lebih sehat dan berkelanjutan. Ia menegaskan ID FOOD akan terus memperkuat peranannya sebagai offtaker gula petani, serta memperluas jaringan distribusi hingga ke ritel modern dan pasar tradisional.

BACA JUGA:   Praktisi Public Affairs harus Berpikir Kreatif

“Dengan langkah ini, ID FOOD tidak hanya hadir sebagai penyerap hasil panen, tetapi juga sebagai motor penggerak industri gula nasional melalui dukungan hulu hingga hilir,” tutur Yosdian.

Tags: Holding Pangan ID FoodID Food
Previous Post

Old Shanghai Hadirkan “Shanghai Mooncake Festival” Tahun Ke-4

Next Post

Kembali, LIVE Gelar IHLS Expo 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR