Jakarta, BusinessNews Indonesia—Laba bersih PP Properti untuk tahun 2017 ini diyakini di sekitar Rp 440 miliar. Dengan demikian, naik 21% daripada di tahun sebelumnya.
“Sokongan dari aktifitas belanja modal selama 2017 ini juga mendorong pencapaian target pendapatan usaha, hingga mencapai angka sekitar Rp 2,7 triliun atau naik 26% dari pencapaian 2016 sebesar Rp 2,1 triliun,” kata Presiden Direktur PP Properti, Taufik Hidayat, di Jakarta hari ini, dalam keterangan pers.
Taufik mengatakan, pemasaran (pre-sales) PP Properti di tahun ini ditargetkan mencapai Rp 3 triliun atau tumbuh 21% dari perolehan tahun 2016.
Kontribusi terbesar atas pencapaian pemasaran di 2017 antara lain dari proyek Grand Kamala Lagoon (24%), Grand Shamaya Surabaya (18%), Alton Semarang (11%), Evenciio Depok (10%), Begawan Malang (9%), dan kontribusi dari beberapa proyek realti serta commercial lainnya.
Dia mengatakan, “Selanjutnya tahun 2018 bagi kami adalah tahun harvesting yang mana kami akan fokus produksi di landbank yang telah kami miliki. Belanja modal sebesar sekitar Rp 1.8 triliun tahun depan, diutamakan untuk pembayaran cicilan landbank yang dibeli tahun sebelumnya. Utang baru sebagian besar untuk refinancing, bukan untuk tambah landbank”.
PP Properti, masih kata Taufik, menargetkan pertumbuhan pemasaran tahun 2018 sebesar 25% sampai 30% dengan laba bersih tumbuh sekitar 20% sampai 25%.
