Jakarta, TopBusiness – PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO Indonesia) menegaskan bahwa pengelolaan talenta (talent mobility) dan penerapan Human Capital Management System (HCMS) menjadi tulang punggung strategi bisnis mereka di Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Human Resources PT Fast Retailing Indonesia, Mahyudanil Lubis (Yuda), dalam sesi penjurian TOP Human Capital Awards yang diselenggarakan Majalah Top Business secara daring, Kamis (25/9/2025).
Dalam paparannya, Yuda menekankan bahwa UNIQLO tidak hanya bergerak sebagai perusahaan ritel pakaian, tetapi juga sebagai organisasi yang menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia. “Kami percaya bahwa inti dari bisnis ini bukan hanya produk, melainkan people. Karena itu, talent mobility dan sistem human capital management menjadi sangat penting dalam memastikan bisnis ini terus tumbuh,” ujar Yuda.
Talent Mobility untuk Cetak Global Leader
Yuda menjelaskan, UNIQLO Indonesia memberikan peluang bagi karyawan untuk berkarir lintas negara sebagai bagian dari strategi talent mobility. Saat ini, delapan talenta Indonesia tengah mengembangkan karier di luar negeri, mulai dari Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Malaysia, hingga kantor pusat di Jepang. “Kesempatan itu sama untuk semua. Yang penting mereka punya kemampuan, mereka bisa berkembang secara global. Inilah cara kami menyiapkan local talent untuk menjadi global leader,” kata Yuda.
Menurutnya, program ini bukan hanya bentuk kepercayaan perusahaan kepada karyawan muda Indonesia, tetapi juga bukti bahwa SDM Indonesia bisa bersaing di panggung internasional. “Kami ingin memastikan local talent punya akses luas untuk menjadi bagian dari global talent UNIQLO,” tambahnya. Program ini, lanjut Yuda, juga menjadi cara perusahaan memperlihatkan bahwa bisnis ritel modern tidak bisa dilepaskan dari peran talenta muda berbakat.
Selain itu, UNIQLO secara konsisten berinvestasi dalam program pengembangan talenta seperti Global Management Program, Global Internship Program, dan UNIQ Scholarship. Ada pula program mentor-mentee yang mempercepat adaptasi lulusan baru di dunia kerja. Dari 28 ribu pendaftar manajemen trainee pada 2024, hanya 50 orang diterima. “Ini membuktikan standar kami sangat ketat, tapi sekaligus menunjukkan komitmen kami menjaga kualitas SDM,” ujar Yuda.
HCMS dan Transformasi Teknologi HR
Selain mobilitas talenta, Yuda juga menyoroti pentingnya Human Capital Management System (HCMS) yang tengah dikembangkan UNIQLO Indonesia. Sistem ini mencakup pengelolaan talenta mulai dari perekrutan, pengembangan, hingga retensi, yang seluruhnya didukung teknologi terbaru. “Untuk memastikan semua berjalan efektif, kami dukung dengan infrastruktur dan teknologi. Saat ini kami baru saja bekerja sama dengan Microsoft untuk mulai mengintegrasikan AI ke dalam sistem HCMS kami,” ungkap Yuda.
Meski masih tahap inisiasi, Yuda optimistis penerapan AI akan memperkuat sistem manajemen SDM perusahaan di masa depan. “AI akan menjadi game changer dalam pengelolaan human capital kami. Ke depan, kami ingin semua aktivitas benar-benar mencerminkan Fast Retailing way,” ujarnya.
Diferensiasi ini juga terlihat dari standar perekrutan yang tidak umum di bisnis ritel. UNIQLO kini hanya menerima staf toko dari lulusan S1 dengan IPK minimal 3. Sebagai gantinya, perusahaan menawarkan gaji lebih tinggi dari UMP dan menempatkan staf toko sebagai Retail Specialist yang diposisikan sejajar dengan profesi profesional. “Kalau dulu orang mengenal SPG, di UNIQLO kami sebut Retail Specialist. Ini bukan hanya soal branding, tapi soal kualitas SDM yang benar-benar kami jaga,” jelas Yuda.
Inklusi, Engagement, dan Human Capital sebagai Mitra Strategis
Di luar aspek teknologi, UNIQLO juga menunjukkan komitmen terhadap keberagaman dan inklusi. Saat ini, 48% posisi manajerial diisi perempuan, sementara 23 karyawan penyandang disabilitas telah bergabung dalam organisasi. Mayoritas talenta pun masih berusia muda dengan 65% berasal dari lulusan universitas. “Kami baru 12–13 tahun di Indonesia. Jadi mayoritas talent masih muda. Engagement level kami bahkan tertinggi di dunia, 91,6 dari 100,” jelas Yuda.
Untuk mendukung lingkungan kerja sehat, UNIQLO menyediakan benefit tambahan berupa cuti bersama tanpa memotong cuti tahunan, fleksibilitas kerja, hingga childcare allowance. Benchmark bersama Mercer juga menunjukkan kompensasi UNIQLO lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri. “Visi kami adalah menjadi brand nomor satu yang paling dipercaya pelanggan di Indonesia. Untuk mencapainya, human capital harus jadi mitra strategis, bukan hanya fungsi administratif. Talent mobility dan HCMS adalah pilar penting untuk mewujudkan visi itu,” tegas Yuda.
Ia menutup presentasi dengan optimisme bahwa strategi pengelolaan talenta dan teknologi HR ini akan terus memperkuat posisi UNIQLO Indonesia di pasar ritel. “Kami ingin terus membawa semangat changing the clothes, changing the conventional wisdom, changing the world, termasuk lewat pengelolaan talenta yang inovatif,” pungkasnya.
