Jakarta, TopBusiness—Nilai service charge gedung perkantoran di Jakarta diperkirakan naik di tahun 2026.
“Satu penyebab hal itu adalah biaya utilitas yang naik. Maka, pengelola perkantoran diprediksi menaikkan service charge,” kata konsultan properti dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto, hari ini di Jakarta, dalam paparan riset terbaru.
Ferry mengatakan bahwa, penyebab berikut dari kenaikan service charge itu, yakni tren perbaikan transaksi gedung perkantoran.
Walau demikian, riset kuartal III 2025 dari Colliers Indonesia menunjukkan bahwa pasar perkantoran Jakarta masih bergerak terbatas. Misalnya, pasokan ruang kantor baru di kuartal III tersebut hanya berasal dari Menara Jakarta. “Pasokan ruang kantor baru di Jakarta diperkirakan masih terbatas hingga tahun 2028,” ucap Ferry.
Penyebab hal itu karena pihak pengembang masih menunggu perbaikan tingkat permintaan. “Jadi, pasokan baru, masih terbatas hingga tiga tahun mendatang,” Ferry memprediksi.
Untuk tahun 2025, pasokan baru untuk perkantoran Jakarta, mencapai 125.000 m2. Keseluruhan pasokan baru itu, ada di area CBD Jakarta.
“Sementara itu, saat ini, total luas ruang kantor di Jakarta seluas 11,4 juta m2,” kata dia.
