Jakarta, BusinessNews Indonesia—Fundamen ekonomi Indonesia di tahun 2017, bisa dikatakan masih solid. Dan tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi global.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia, di Jakarta, dalam paparan media (21/12/2017).
Dia menjelaskan bahwa tingkat inflasi di November 2017 ada di 3,30%. Jadi, angka itu masih ada di kisaran targetnya pemerintah Indonesia.
“Untuk tahun 2017, inflasi ditargetkan di 4% dengan plus-minus 1%,” dia mengatakan.
Selanjutnya, Anton berkata bahwa tingkat suku bunga 7-Days Repo Rate BI Rate dua kali dipangkas. Kemudian, kini dipertahankan di 4,25%.
“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun melanjutkan trend bullish,” ucap dia lagi.
Untuk nilai tukar mata uang, di November 2017, USD menguat menjadi Rp 13.514 per Rp. Atau naik 0,43% dibandingkan bulan Oktober 2017.
“Penurunan nilai tukar Rp terhadap USD di akhir September 2017, itu sejalan dengan menguatnya USD terhadap semua mata uang negara lain,” papar Anton.
