Jakarta, TopBusiness – PT Putra Perkasa Abadi atau biasa disebut PPA telah jauh-jauh hari menciptakan talenta-talenta unggul untuk menjadi pemimpin di masa datang. Karena itu, perusahaan mengandalkan learning management system.
Menurut HCGA Deputy Division Head, Sulthon Aulia, keberadaan human capital (HC) di PPA ialah menyiapkan dan menciptakan pemimpin masa depan, hal ini terkait dengan kebutuhan penyiapan sumber daya manusia (SDM).
“Learning management system diterapkan dengan baik, kita membangun keunggulan SDM yang unggul dan terus dipacu kualitas dan kompetensinya,” tegas Sulthon kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2025, di Jakarta, Kamis (2/10/2025) pekan lalu.
Dijelaskan, setiap periode terus dilakukan pemantauan kualitas sumber daya yang dimilki di seluruh site dan operasi.
“Dan untuk meningkatkan standar kompetensi ini insan PPA seluruhnya mendapatkan kesempatan sama mulai dari karyawan level bawah, menengah dan atas wajib melakukan berbagai program training dan upgrade kemampuan di bidangnya masing-masing dan divisi”, tegas Sulthon.
Di kesempatan yang sama, Noor Ahmad, Dept. HCGA Head mengutarakan, di PPA untuk meningkatkan kualitas kemampuan sudah menjadi kewajiban mutlak. “Karena keberadaan kami, PPA sebagai perusahaan jasa kontraktor pertambangan, harus terus memacu kualitas HC-nya, jika tidak kami akan ditinggalkan, apalagi tuntutan terhadap kualitas di industri pertambangan ini sangatlah ketat sekali,” papar dia.
Sebagaimana diketahui, PPA merupakan perusahaan dengan konsentrasi bisnisnnya sebagai kontraktor pertambangan batubara dan mineral. Dengan kinerja apik, PPA telah melakukan operasi di 15 site di seluruh Indonesia. Kinerjanya sudah tidak diragukan lagi bagi pemegang wilayah kerja operasi (WKP) dan untuk mengoperasikannya diserahkan kepada PPA sebagai kontraktor tambang.
Hampir seluruh WKP pertambangan besar di negeri ini dikelola dan diproduksikan PPA. Saat ini perusahaan kontraktor pertambangan ini memiliki SDM 7.300 tenaga kerja yang langsung mengoperasikan 15 site, dan 35 mitra kerja, serta memiliki 8.618 peralatan dan unit untuk kebutuhan operasional di pertambangan batubara dan mineral.
Selanjutnya, PPA melakukan, dengan sangat ketat, engagament survey terhadap seluruh karyawan. “Kami juga membangun core value atau budaya kerja. Dan kami lakukan internalisasi kepada seluruh karyawan dan seluruh insan PPA baik di kantor pusat dansite di seluruh Indonesia. Lantas kami juga bangun talent mobility dan development,” tegas Noor Ahmad.
Sementara itu, Salsabila Azzahra, Traning & Development GL, menjelaskan perusahaan memberikan perhatian sangat tinggi terhadap kualitas SDA di PPA. Artinya, perusahaan memberikan kesempatan besar bagi seluruh insan PPA untuk pendidikan lebih tinggi, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri,” kata Salsabila.
Selain, lanjut Salsabila, perusahaan pun memberikan perhatian pendidikan kepada anak-anak karyawan PPA dalam bentuk beasiswa sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab.
Dikatakan Salsabila, pihaknya juga memanfaatkan proses digital dalam pengerjaan di masing-masing site guna mendukung operasi, sekaligus memantau kinerja SDM.
“Untuk menunjang kegiatan ini, tentunya diperlukan dukungan digitalisasi di seluruh bidang dan terintegrasi. Kami membangun dashboard untuk memudahkan pemantauan dan untuk peningkatan kualitas HC, maka dibangun pula aplikasi Sukses Faktor agar kualitas HC terpantau dengan baik,” tegas Salsabila.
