TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Proyeksi dan Rekomendasi Saham Pekan Ini

Achmad Adhito
6 October 2025 | 06:52
rubrik: Capital Market
Hari Ini, Transaksi Saham Bernilai Rp 6,7 Triliun

Bursa Efek Indonesia (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Analis saham dari Indo Premier Sekuritas/Ipot, Imam Gunadi, pagi ini memberikan rekomendasi mingguan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Dalam riset mingguan yang diterima pagi ini oleh Majalah TopBusiness, ia mengatakan: berbicara tentang potensi market pada pekan ini (6-10 Oktober 2025), pasar keuangan global masih dibayangi oleh isu fiscal uncertainty di Amerika Serikat.

Ancamannya itunya belum sepenuhnya mereda pasca-ancaman government shutdown akhir pekan lalu.

“Di tengah situasi tersebut, pelaku pasar akan menyoroti beberapa agenda penting dari The Federal Reserve, termasuk pidato dari dua pejabatnya, Raphael Bostic dan Michelle Bowman, serta rilis FOMC Minutes pada 8 Oktober,” tegas Imam.

Selain tertuju pada The Fed, investor juga menanti data Initial Jobless Claims (9 Oktober) untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga, terutama sinyal pelonggaran kebijakan moneter di tengah tren pelemahan ekonomi.

Selain itu, perkembangan di Tiongkok juga perlu dipantau, khususnya tindak lanjut dari stimulus fiskal mereka, yang diharapkan dapat mendorong konsumsi dan secara tidak langsung, mendukung harga komoditas utama ekspor Indonesia.

Dari dalam negeri, pekan ini ada ada banyak rilis data kunci, mulai dari posisi Cadangan Devisa BI (7 Oktober) untuk mengukur ketahanan eksternal, data Retail Sales (9 Oktober) hingga data penjualan motor dan mobil (9–10 Oktober).

“Rangkaian data ini sangat penting karena akan memberikan gambaran kekuatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat kelas menengah, yang merupakan katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun,” tandas Imam.

Imam kemudian merekomendasikan saham dan obligasi berikut ini.

  1. Buy ASII (Entry: 5825, Target: 6075 dan Stop Loss <5700). ASII merupakan emiten yang berpotensi mendapat sentimen positif di pekan ini seiring dengan proyeksi peningkatan aktivitas konsumsi dan penjualan kendaraan setelah pemerintah menyiapkan stimulus untuk 30 juta keluarga serta dorongan proyek infrastruktur menjelang akhir tahun. Prospek pemangkasan suku bunga global juga memperkuat peluang turunnya biaya pembiayaan dan meningkatnya minat kredit kendaraan, yang dapat mendorong permintaan di sektor otomotif dan multifinance milik Astra. Selain itu, rilis data penjualan mobil dan motor September akan menjadi katalis tambahan bila menunjukkan perbaikan, pasar cenderung merespons positif mengingat sektor otomotif merupakan barometer utama daya beli rumah tangga.
  2. Buy on Pullback JSMR (Entry 3840-3890, Target 4100 dan Stop Loss <3750). JSMR berpotensi mendapat sentimen positif pekan ini didukung oleh meningkatnya aktivitas mobilitas masyarakat dan belanja infrastruktur pemerintah menjelang akhir tahun anggaran. Rencana percepatan proyek jalan tol baru serta stimulus fiskal yang digulirkan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi turut menjadi katalis bagi peningkatan trafik kendaraan di ruas tol Jasa Marga. Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga global pada akhir tahun dapat meringankan beban bunga dan mendukung ekspansi proyek perseroan.
  3. Buy ICBP (Entry: 9550, Target: 10.050 dan Stop Loss <9300). ICBP berpotensi mendapat sentimen positif seiring dengan stabilnya inflasi domestik dan daya beli masyarakat yang mulai pulih menjelang kuartal IV 2025. Sebagai emiten sektor konsumsi defensif, permintaan terhadap produk kebutuhan pokok ICBP relatif tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Selain itu, penguatan Rupiah dan potensi penurunan suku bunga global dapat menekan biaya impor bahan baku, memperbaiki margin keuntungan perusahaan.
  4. Buy obligasi FR0100. FR0100 berpotensi mendapat sentimen positif dari ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter baik global maupun domestik. Dengan inflasi yang terkendali dan cadangan devisa Indonesia yang tetap kuat, ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan pada akhir tahun semakin terbuka. Kondisi ini mendorong penurunan imbal hasil obligasi dan meningkatkan minat investor terhadap seri benchmark tenor menengah seperti FR0100.
BACA JUGA:   IHSG Terkoreksi Tipis
Tags: Indo premier sekuritasipotrekomendasi saham mingguan
Previous Post

Industri Kimia-Farmasi-Tekstil Dorong Ekonomi Nasional

Next Post

Ekonomi Syariah Integrasikan Prinsip Sosial dengan Keuntungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR