Jakarta, TopBusiness – Saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) melesat 34,43% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 82 pada sesi penutupan perdagangan Selasa (8/10/2025), yang juga merupakan level tertingginya sepanjang tahun ini.
Saham NTBK diserbu. Antrian di harga atas Rp 82 membeludak mencapai 947.987 lot saham per akhir sore kemarin. Terpantau sepanjang sesi I dan II kemarin, ada 58 miliar saham NTBK diperdagangkan, frekuensi 20.170 kali, dan nilai transaksi Rp 43,01 miliar.
Pada perdagangan Senin (6/10/2025) kemarin, saham Nusatama Berkah juga melonjak 1.67% naik. Saham ini bangkit setelah merah beberapa hari sebelum nya pada 26 dan 25 September masing-masing -1,72% dan -1,75%.
Saham NTBK menjadi sorotan karena dalam periode tahun berjalan alias year to date (YTD) meroket 64 % dari Rp 50 perak.
Kemarin diberitakan, bahwa Nusatama Berkah (NTBK) disinyalir tengah menjalin komunikasi dan menjajaki kemitraan yang strategis dengan salah satu dari dua raksasa pabrik EV Truck asal China. Kedua nama besar ini dikenal sangat selektif dan hanya mau berinvestasi di perusahaan dengan fundamental kuat.
Terkait hal tersebut, dikatakan Corporate Secretary Nusatama Berkah NTBK, pihaknya akan terus terbuka untuk menjalin kemitraan.
“Sebagai Perusahaan Terbuka, kita selalu membuka diri terhadap semua potensi kemitraan strategis yang saling menguntungkan, berkaitan dengan itu rencana ini masih dibahas secara hati-hati dan menyeluruh oleh top management” dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
Investor disarankan memastikan pihak pengakuisisi memiliki kegiatan usaha nyata dan bukan perusahaan cangkang. Perlu waspada juga jika saham masuk kategori Full Call Auction (FCA) karena bisa mempengaruhi likuiditas.
Aria S, seorang pengamat pasar modal mengatakan, dengan adanya mitra strategis berskala global, nilai tambah jangka panjang bagi perseroan akan meningkat, sekaligus memperluas daya saing saham NTBK.
“Pasar selalu jujur, antrian beli 1.5 juta lot dan transaksi nego di harga pucuk menjadi sinyal kuat bahwa NTBK tengah diburu banyak pihak. Tidak heran jika saham yang dulunya hanya dipandang sebelah mata, kini memiliki potensi besar berevolusi dari ‘receh’ menjadi ‘bagger’ di bursa Indonesia,” ujarnya.

rebutan >.<
luar biasa