TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tirta Utama Jateng Perkuat HC untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Fauzi
8 October 2025 | 17:21
rubrik: Event, HC
Tirta Utama Jateng Perkuat HC untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang penyediaan air baku untuk PDAM, pengelolaan human capital (HC) menjadi hal yang senantiasa diupayakan perusahaan untuk keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda).

Hal ini seperti diungkap Dr. H. Aji Setya Budi, S.E., M.Si., Akt., saat sesi penjurian TOP Human Capial (HC) Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Senin (6/10/2025) lalu.

Seperti diungkap Aji Setya Budi, saat ini PT Tirta Utama telah memiliki lima pusat produksi dengan kapasitas produksi 250 sampai 1.000 liter per detik untuk disalurkan kepada PDAM yang menjadi off-taker.

“Nah, kemudian untuk saat ini SPAM Regional yang kita miliki sudah bisa menghasilkan beberapa pendapatan yang lumayan, dari mulai 2024 ini sudah mencapai Rp61,3 miliar, kemudian dengan operating expense-nya yang Rp38,9 miliar. Berarti net profit-nya kita mencapai Rp22,4 miliar,” ujar Aji Setya Budi di hadapan dewan juri.

“Insya Allah nanti di 2025 ini kita akan bisa memperoleh revenue sekitar Rp75 miliar, dengan total net profit diperkirakan mencapai Rp25 miliar,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dari sebagian keuntungan yang diperoleh, perusahaan akan menggunakannya untuk biaya training karyawan. ”Kita gunakan untuk training cost, sekitar Rp300 jutaan untuk keperluan teman-teman semuanya,” ungkap Aji.

Pengelolaan HC

Dalam pengelolaan Human Capital (HC), manajemen PT Tirta Utama senantiasa mengenalkan slogan perusahaan Transparan, Profesional, dan Sejahtera yang dilakukan setiap apel pagi di awal bulan.

“Saya selalu tekankan pada teman-teman setiap apel pagi di awal bulan untuk mengenal slogan kita berupa Transparan, Profesional, dan Sejahtera,” ujar Aji Setya Budi. Tiga prinsip tersebut menjadi pondasi dalam menjalankan manajemen karyawan dan membangun budaya kerja yang sehat dan produktif.

BACA JUGA:   Berkat HCMS yang Agile dan Lean, Kinerja dan HC Business Index di Bank Mega Syariah Meningkat

Transparansi diwujudkan melalui keterbukaan informasi dan kebijakan yang dapat diakses seluruh karyawan. Adapun profesionalis dijaga dengan penerapan etika kerja dan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Sementara itu, kesejahteraan menjadi arah dari pengelolaan keuangan yang baik, tidak hanya untuk menghasilkan deviden yang memadai, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan seluruh insan perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, PT Tirta Utama menerapkan tata kelola sumber daya manusia yang terstruktur, dimulai dari perencanaan kebutuhan karyawan, pemanfaatan teknologi, rekrutmen dan seleksi, hingga pelatihan dan pengembangan kompetensi.

“Kalau masih kita temukan yang masih kurang memenuhi standar, kita lakukan pelatihan dan pengembangan karyawan sampai memenuhi standar yang ditetapkan,” jelasnya.

Setelah melalui proses pengembangan, perusahaan memberikan manajemen kinerja yang terarah, termasuk kesempatan pengembangan karier dan pemberian tugas yang jelas sesuai peran masing-masing.

Hal ini diperkuat dengan implementasi teknologi informasi untuk mengelola jarak kerja yang cukup jauh antara kantor pusat di Semarang dengan berbagai pusat produksi yang tersebar, seperti di Bergas (150 km), dan Wasosukas di Wonogiri (100 km).

Untuk itu, perusahaan mengandalkan sistem absensi berbasis barcode dan integrasi data karyawan yang memungkinkan pemantauan secara real-time.

“Kita bisa pantau kapan saja,” kata Aji, menegaskan bahwa sistem ini memberi efisiensi tinggi dalam manajemen kehadiran dan koordinasi internal.

Pertemuan staf dilakukan rutin setiap awal minggu atau secara insidental ketika diperlukan penanganan cepat terhadap permasalahan di unit kerja masing-masing.

Kegiatan produksi dan distribusi air di lima pusat produksi juga mendapat dukungan teknologi seperti peta GIS, smart water meter, dan sistem SCADA untuk memantau tekanan air dan mendeteksi kebocoran secara cepat.

Perusahaan bahkan menjalin kemitraan strategis dengan vendor untuk mendukung teknologi dan teknik penjernihan air agar produk yang dihasilkan memenuhi standar dari Kementerian Kesehatan.

BACA JUGA:   Platform Bisnis Industri Produk Bayi dan Mainan Kembali Hadir di IBTE 2025

Dari sisi organisasi, PT Tirta Utama telah menyederhanakan struktur manajemen agar lebih efektif dan efisien, menyesuaikan dengan cakupan wilayah operasional yang hampir melayani 50 persen kabupaten di Jawa Tengah. Penyederhanaan ini didasarkan pada kajian akademis dari Universitas Diponegoro.

“Struktur yang dibutuhkan juga cukup panjang, namun sedemikian ini masih mencerminkan efektif dan efisien,” ujar Aji.

Salah satu aspek penting lainnya adalah upaya kaderisasi. Perusahaan mendorong munculnya generasi penerus melalui sistem kompetisi sehat berbasis prestasi kerja dan kemitraan.

“Kita juga mengader teman-teman yang ada di struktural untuk bisa memiliki pengetahuan yang baik yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin perusahaan,” tambahnya.

Saat ini, dari 127 orang karyawan, 37 persen di antaranya telah melalui proses talent management melalui program assessment access to moving. ”Harapannya muncul generasi-generasi muda yang punya talenta yang baik untuk mendukung manajemen perusahaan,” tandas Aji. 

Aji menegaskan bahwa Human Capital Initiative yang sedang dijalankan bukan hanya sebagai sistem internal semata, tetapi menjadi bagian dari strategi besar untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Walaupun PT Tirta Utama Jawa Tengah itu produksinya adalah air baku untuk PDAM, akan tetapi kita tetap menjaga sisi kualitas, kuantitas, dan kontinuitasnya juga diproduksi dengan tingkat kompetenitas yang tinggi dan standar mutu yang jelas,” tegasnya.

Lebih jauh, ia berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh pengelolaan sumber daya manusia yang terintegrasi, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan geografis dan operasional.

“Kita berikan kemudahan dengan absensinya menggunakan ID card model barcode yang bisa bekerja di mana saja dan kita bisa pantau kapan saja,” tutupnya.

Tags: PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda)TOP HC Awards 2025
Previous Post

Bank Wonogiri Kandidat Raih TOP Human Capital Awards 2025

Next Post

BPR Bank Karanganyar Perkuat SDM Bersiap Menjadi BPR Syariah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR