Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan bergerak sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (14/10/2025) ini, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways Hari Ini.
Saham AS ditutup menguat pada hari Senin (13 Okt). Dow +1,29%, S&P 500 +1,56%, dan Nasdaq +2,21%. Pasar rebound tajam setelah Presiden Trump meremehkan sengketa tarif AS-Tiongkok, meredakan kekhawatiran dari aksi jual pekan lalu. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun ditutup, sementara Indeks USD naik 0,29% menjadi 99,3.
Pasar komoditas sebagian besar ditutup menguat pada hari Senin (13 Okt). Minyak WTI +1,20% menjadi USD 59,49/barel, minyak Brent +1,04% menjadi USD 64,38/barel, batu bara -0,14% menjadi USD 104,40/ton, CPO -1,92% menjadi MYR 4.496, dan emas melonjak 3,31% menjadi USD 4.133,0/oz.
Pasar Asia ditutup bervariasi pada hari Senin (13 Okt). Nikkei ditutup melemah, Hang Seng melemah 1,52%, dan Shanghai melemah 0,19%.
IHSG melemah 0,37% ke level 8.227,20, dengan net beli asing sebesar Rp2.293,2 miliar; Rp585,9 miliar di pasar reguler, dan Rp2.879,1 miliar di pasar negosiasi. Arus masuk asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BRMS (Rp262,3 miliar), diikuti oleh ENRG (Rp86,4 miliar), dan AMRT (Rp79,1 miliar). Arus keluar asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp265,2 miliar), diikuti oleh CDIA (Rp253,1 miliar), dan WIFI (Rp232,2 miliar). Saham-saham dengan pergerakan tertinggi adalah BRMS, CUAN, dan AMRT, sementara saham-saham dengan pergerakan terendah adalah BBRI, BBCA, dan DSSA.
Pagi ini, Kospi (1,44%) dibuka menguat, sementara Nikkei (0,81%) dibuka melemah. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini di tengah sentimen beragam dari pasar regional dan domestik,” demikian sebagaimana dikutip.
