Jakarta, TopBusiness—PT Rekso Nasional Food (pemegang waralaba McDonald’s di Indonesia) telah punya sistem HC (human capital) yang berjangka panjang dan terbukti mampu mencetak future leader dari kalangan internal.
“Jadi, target HCMS (human capital management system) kami, adalah long life dan menciptakan employee life cycle,” kata Associate Director HR and GS Rekso Nasional Food, Yan Wibisono.
Ia mengatakan hal itu dalam presentasi untuk Dewan Juri Top Human Capital Awards 2025 (13/10/2025). Dalam kesempatan itu, selain Yan Wibisono, hadir pula Direktur HR and GS Rekso Nasional Food, Yulianti Hadena.
Hadir pula sejumlah manajer, yakni HR Manager Rekso Nasional Food, Raddy Racharja; HR Manager Rekso Nasional Food, Arsy Andini; HR Manager Rekso Nasional Food, Yoso Ichsanto.
Yan pun mengatakan bahwa, dirinya pun, merupakan direktur yang berasal dari internal McDonald’s Indonesia. “Saya sudah 30 tahun berkiprah di perusahaan ini. Dan memulai karir dari awal,” kata dia.
Dalam lima tahun belakangan ini, McDonald’s Indonesia telah memberikan promosi ke 2.933 karyawan. “Kalau dalam setahun, kami mempromosikan sekitar 600 orang. Nah, mereka berasal dari semua level jabatan,” Yan menjelaskan.
Biaya pelatihan karyawan di tahun 2024 senilai Rp365.400.000. Adapun di tahun 2023, nilai itu di Rp1.335.000.000. “Banyak dari training kami yang digelar secara online,” kata Yan.
Kini, McDonald’s Indonesia punya sekira 11.000 karyawan yang tersebar di 314 gerai di seluruh Indonesia. Pada tahun 2024, total karyawan full time di 6.138 orang; di 2023, angka itu di 6.518 orang.
“Seorang karyawan di McDonald’s Indonesia tak bisa mendapatkan promosi jabatan sebelum menjalani training yang sudah ditentukan,” papar Yan.
Direktur HR and GS Rekso Nasional Food, Yulianti Hadena, mengatakan bahwa perusahaan tersebut pun banyak menggunakan sentuhan teknologi. Sebagai contoh, kini konsumen restoran cepat saji tersebut bisa menggunakan scan barcode dalam pemesanan. Konsumen tersebut bisa mengisikan menu yang dipesan dan langsung membayar.
“Jadi, dasarnya adalah bahwa kami menggunakan teknologi informasi untuk experience [konsumen],” kata Yulianti.
McDonald’s Indonesia pun, Yulianti menambahkan, menggelar loyalty program bagi konsumen yang loyal. “Bagi kami pun, employee experience digital akan membawa ke sebuah customer experience,” kata Yulianti.
HR Manager Rekso Nasional Food, Raddy Racharja, mengatakan bahwa bagi perusahaan tersebut, teknologi yang disediakan untuk karyawan haruslah selevel dengan yang diberikan untuk konsumen. “Maka, dalam manajemen kepegawaian, kami merancangnya secara akurat,” kata Raddy.
Ada fitur pembelajaran dan komunikasi internal sedari kantor pusat hingga jaringan gerai restoran. “Bahkan saat merasa tak nyaman di restoran, seorang karyawan bisa memberi feed back,” kata Raddy.
