Jakarta, TopBusiness—Total perdagangan bilateral Indonesia-Mesir pada 2024 mencapai USD 1,74 miliar dengan rata-rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir (2020—2024) mencapai 5,77 persen.
“Nilai Ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar USD 1,53 miliar dengan produk ekspor utama meliputi minyak kelapa sawit, kopi, serta produk besi dan baja setengah jadi,” kata Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dalam keterangan resmi, hari ini.
Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Mesir pada periode yang sama tercatat USD 207,80 juta dengan produk impor utama meliputi pupuk mineral dan kimia, kalsium fosfat alam, dan kurma. Indonesia mencatatkan surplus terhadap Mesir sebesar USD 1,32 miliar.
“Mesir adalah negara tujuan ekspor ke-27 dan asal impor ke-54 bagi Indonesia,” Menteri Budi Santoso menambahkan.
Menteri tersebut pun mendorong dibentuknya perjanjian dagang yang lebih komprehensif dengan Mesir untuk memerkuat perdagangan. Skema usulan Pembentukan Perjanjian Dagang secara bilateral dapat berupa Economic Partnership Agreement (EPA) ataupun Preferential Trade Agreement (PTA). Hal ini mengemuka dalam pertemuan bilateral Menteri Budi Santoso dengan Presiden Otoritas Umum untuk Investasi dan Kawasan Bebas Republik Arab Mesir Hossam Heiba di sela rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten (15/10/2025).
“Saya mengapresiasi dilaksanakannya pertemuan pertama Komite Perdagangan Bersama (Joint Trade Commitee/JTC) pada 2024. Kami mendorong agar perjanjian dagang secara bilateral dapat segera dimulai,” kata menteri tersebut.”
“Untuk itu, kami harap pertemuan JTC selanjutnya yang rencana diagendakan pada tahun ini dapat segera membahas langkah bagi kedua negara dalam upaya pembentukan perjanjian dagang,” ungkap dia.
