TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Sukoharjo Dorong Inisiatif Human Capital Berbasis Kompetensi dan Transparansi

Nurdian Akhmad
16 October 2025 | 16:11
rubrik: Ekonomi
Bank Sukoharjo Dorong Inisiatif Human Capital Berbasis Kompetensi dan Transparansi

Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Sukoharjo (Perseroda) atau Bank Sukoharjoo terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat pengelolaan sumber daya manusia (human capital) sebagai pilar utama pertumbuhan bisnis.

Di bawah kepemimpinanMaryanto selaku direktur utama, bank BUMD ini meluncurkan sejumlah inisiatif strategis yang menitikberatkan pada transparansi rekrutmen, peningkatan kompetensi karyawan, dan sistem karier berbasis kinerja.

Untuk membantu perusahaan dalam menyeleksi dan menempatkan karyawan yang tepat sesuai dengan kebutuhan, kata Maryanto, pihaknya menggunakan jasa psikologi dari CDC UNS.  Beberapa manfaat utama penggunaan jasa psikologi ini antara lain, yang pertama menilai potensi dan kompetensi calon karyawan.

“Yang kedua, menggali kepribadian dan sikap kerja. Kemudian yang ketiga, meningkatkan kualitas keputusan rekrutmen. Dan yang keempat penempatan karyawan yang tepat. Yang kelima, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan,” ujar Maryanto dalam sesi presentasi penjurian TOP Human Capital Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Rabu (16/10/025).

Dalam pengelolaan talenta atau SDM berbakat, kata Maryanto, Bank Sukoharjo melakukan talent mobility dan talent development. Talent mobility merupakan proses perpindahan, rotasi, promosi, atau mutasi karyawan di dalam organisasi. Tujuannya memastikan talenta berada di posisi yang tepat sesuai kompetensi, potensi, dan kebutuhan perusahaan. ”Contohnya rotasi antar pimpinan kantor kas,” kata dia.

Sedangkan untuk talent development adalah proses pengembangan kapasitas dan kompetensi SDM agar siap menghadapi tantangan pekerjaan saat ini maupun masa depan. Bentuknya bisa berupa pelatihan dan sertifikasi.

Bank Sukoharjo juga sudah memiliki  modul Talent Mobility and Development yang ada di dalam human capital management system (HCMS). Modul ini berfungsi untuk mengelola data potensi dan kinerja karyawan serta merancang jalur karier (career path) dan succession planning.

Maryanto dalam presentasinya juga menjelaskan berbagai inisiatif HC yang dilakukan manajemen Bank Sukoharjo. Inisiatif pertama adalah terkait dengan rekrutmen karyawan, yang sudah dilakukan melalui tim rekrutmen dan kerja sama dengan pihak ketiga. Setelah dinyatakan lolos, kemudian dilakukan tes wawancara terakhir oleh manajemen.

BACA JUGA:   Giri Aneka Usaha Mengikuti TOP Human Capital Awards 2025

“Kemudian yang kedua, setiap karyawan harus mempunyai reputasi keuangan yang baik. Yang ketiga penilaian kinerja menggunakan KPI (key performance indicator)  masing-masing bagian memiliki kriteria penilaian yang berbeda. Mengedepankan zero fraud, dan kelima pemberian reward and punishment untuk karyawan,” kata Maryanto.

Menjawab tantangan era digital, Bank Sukoharjo mulai mendorong transformasi digital dalam layanan dan operasional. Dari pembukaan rekening hingga pelayanan kredit, sistem teknologi diterapkan untuk mempercepat proses dan meningkatkan akurasi.

“Digitalisasi bukan hanya soal perangkat, tapi soal mindset. SDM kami harus siap beradaptasi dengan perubahan teknologi. Karena itu, pelatihan digital skill menjadi prioritas,” kata Maryanto.

Bank Sukoharjo menggandeng lembaga pendidikan dan vendor teknologi untuk melatih karyawan dalam hal digital literacy, keamanan data, dan penggunaan sistem perbankan modern. Dengan begitu, peran SDM tidak tergantikan oleh teknologi, tetapi justru menjadi pengendali utama transformasi.

Kinerja Bertumbuh

Keseriusan manajemen Bank Sukoharjo dalam mengelola HC dan menerakan teknologi digital yang membuat kinerja keuangan Bank Sukoharjo sepanjang 2024 menunjukkan tren positif. Total aset bank meningkat dari Rp 144 miliar pada 2023 menjadi Rp153 miliar.

Penyaluran kredit juga naik dari Rp100 miliar menjadi Rp112 miliar, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh dari Rp57 miliar menjadi Rp 62 miliar. Deposito meningkat menjadi Rp 31,7 miliar, dan pendapatan naik dari Rp14 miliar menjadi Rp 15,9 miliar. Laba sebelum pajak turut bertambah dari Rp3,1 miliar menjadi Rp 3,7 miliar.

Maryanto menegaskan, capaian tersebut tak lepas dari transformasi pengelolaan SDM. “Kinerja keuangan yang sehat adalah cermin dari organisasi yang solid. Kami memperkuat budaya kerja, sistem kompetensi, dan manajemen talenta agar seluruh karyawan bergerak ke arah yang sama,” tuturnya.

BACA JUGA:   Daya Beli Konsumen Menurun, Pelaku Usaha Menahan Produksi

Upaya konsisten dalam penguatan human capital mengantarkan Bank Sukoharjo menjadi kandidat peraih TOP Human Capital Awards 2025. Beberapa waktu lalu, Bank Sukoharjo meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2025.

Tags: Bank SukoharjoTOP Human Capital Awards 2025
Previous Post

AGII Boleh Diperdagangkan Besok

Next Post

NTT Data Kolaborasi dengan Fortanix

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR