TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BCA Catat Pertumbuhan Kredit 7,6 Persen

Nurdian Akhmad
21 October 2025 | 09:49
rubrik: Business Info
Kuartal I 2018, BCA Untung Rp 5,5 Triliun

Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bersama entitas anak mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,6 persen secara tahunan (YoY) hingga September 2025, mencapai Rp 944 triliun. Kinerja penyaluran pembiayaan ini mencerminkan komitmen BCA menjaga ekspansi kredit yang berkualitas di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, menyatakan bahwa keberlanjutan penyaluran kredit di berbagai sektor menunjukkan dukungan BCA terhadap pemulihan ekonomi nasional. Ia menegaskan, berbagai kegiatan seperti BCA Expo 2025 dan BCA UMKM Fest 2025 menjadi wujud nyata upaya perusahaan memperluas akses pembiayaan.

“Ini membuktikan komitmen kami mengedukasi nasabah dan masyarakat agar semakin cermat mengelola keuangannya. Melalui anak perusahaan BCA Syariah, kami juga memberikan pembiayaan emas iB bagi nasabah yang ingin memiliki emas dengan kepastian harga, angsuran ringan, dan sesuai prinsip syariah. Per September 2025, pembiayaan emas iB di BCA Syariah tumbuh 161,2 persen YoY,” ungkap Hendra dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (21/10/2025).

Dari sisi segmen, kredit korporasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 10,4 persen YoY menjadi Rp 436,9 triliun. Kredit komersial naik 5,7 persen YoY menjadi Rp 142,9 triliun, sementara kredit UKM mencatat pertumbuhan 7,7 persen YoY mencapai Rp129,3 triliun.

Adapun kredit konsumer tumbuh 3,3 persen YoY menjadi Rp 223,6 triliun, didorong peningkatan KPR sebesar 6,4 persen YoY menjadi Rp 138,8 triliun. Pinjaman konsumer lainnya, termasuk kartu kredit, naik 6,9 persen YoY ke Rp 23,5 triliun.

Kualitas pembiayaan tetap solid, tercermin dari loan at risk (LAR) yang menurun menjadi 5,5 persen pada kuartal III 2025 dari 6,1 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Non-performing loan (NPL) juga terkendali di level 2,1 persen, dengan cadangan yang memadai masing-masing 166,6 persen untuk NPL dan 69,5 persen untuk LAR.

BACA JUGA:   Bebas Biaya Transfer Blu by BCA via Metode BI-FAST

Selain itu, pembiayaan ke sektor berkelanjutan tumbuh signifikan sebesar 12,7 persen YoY menjadi Rp 241 triliun, atau sekitar 25,5 persen dari total portofolio kredit BCA.

Peningkatan tersebut sejalan dengan komitmen perseroan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan operasionalnya, termasuk melalui pengelolaan sampah berkelanjutan di BCA Expo 2025 yang berpotensi menekan emisi karbon hingga 18,1 ton CO2.

Tags: bca
Previous Post

Halal Export Indonesia 2025 Hadir Kembali sebagai Bagian Trade Expo Indonesia

Next Post

TEI ke-40 Resmi Ditutup, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target, Capai USD 22,80 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR