Jakarta, TopBusiness—Pertamina kini tengah melakukan transformasi besar-besaran di tiga bidang utama. Yang pertama, adalah tata Kelola (governance). “Hal ini untuk memastikan proses yang lebih transparan, efisien, dan patuh (compliance),” kata Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam keterangan resmi, hari ini.
Transformasi uyang kedua, adalah budaya perusahaan (culture), membangun mindset progresif dan adaptif untuk menghadapi tantangan industri.
Dan ketiga, model bisnis (business model), menyesuaikan dengan dinamika energi global melalui inovasi dan diversifikasi usaha.
Sebagai BUMN energi, tugas utama Pertamina adalah memastikan ketahanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi nasional. “Kami bukan hanya entitas bisnis yang mencari keuntungan, tetapi juga agent of development bagi pembangunan nasional,” jelas Simon.
Simon melanjutkan, pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat menuntut pasokan energi yang lebih besar dan berkelanjutan. Saat ini, sebagian besar sumber minyak dan gas Indonesia telah memasuki fase mature field, sehingga produksi mengalami natural decline.
“Tantangan kita adalah bagaimana meningkatkan produksi agar tidak terlalu bergantung pada impor.”
