Jakarta, TopBusiness — PT ESSA Industries Indonesia Tbk (IDX: ESSA) mencatat tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya dengan melunasi seluruh pinjaman lebih awal pada kuartal ketiga tahun 2025. Langkah tersebut menandai transisi strategis Perseroan menuju posisi tanpa utang (zero debt company) di tengah kondisi ekonomi global yang masih menantang.
Presiden Direktur & CEO ESSA, Kanishk Laroya, menyebut capaian tersebut sebagai momentum penting yang memberikan fleksibilitas baru bagi Perseroan untuk berinvestasi pada proyek-proyek masa depan yang berorientasi pada energi bersih.
“Mencapai posisi tanpa utang merupakan langkah penting dalam perjalanan ESSA menuju pertumbuhan berkelanjutan. Pencapaian ini memberikan ruang bagi kami untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang akan membentuk masa depan ESSA, khususnya dalam pengembangan amoniak rendah karbon dan Sustainable Aviation Fuel (SAF),” ujar Kanishk Laroya dalam keterangannya, Kamis (23/10/2025).
“Hal ini juga tercermin dari kelancaran operasi kami pada kuartal ketiga setelah selesainya perawatan di pemasok gas hulu. Harga amoniak menunjukkan tren pemulihan dan kami terus melihat penguatan memasuki kuartal keempat,” tambahnya.
Kinerja Operasional Tetap Solid
Hingga kuartal ketiga 2025, ESSA berhasil mempertahankan pendapatan sebesar US$ 200 juta dan Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemegang Saham sebesar US$ 21 juta.
Fasilitas produksi amoniak mencapai utilisasi 113% selama sembilan bulan pertama tahun ini, sementara fasilitas LPG mempertahankan ketersediaan operasional hingga 99,7%, menandai lebih dari enam tahun beroperasi tanpa plant trip.
ESSA juga mencatat rekor keselamatan kerja impresif, dengan 9,1 juta jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI) di fasilitas amoniak dan 6,3 juta jam kerja aman kumulatif di kilang LPG.
Meski demikian, penurunan harga amoniak sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi tantangan tersendiri bagi Perseroan. Harga LPG juga turun sekitar 2% secara tahunan (9M24). Namun, pada kuartal ketiga, harga amoniak mulai pulih 7% dibandingkan kuartal sebelumnya, seiring dengan membaiknya pasokan gas hulu.
Gangguan pasokan tersebut telah sepenuhnya terselesaikan pada akhir kuartal II 2025, memungkinkan pabrik ESSA meningkatkan utilisasi hingga 123% pada kuartal III 2025, naik dari 112% di kuartal sebelumnya.
Transformasi Menuju Energi Rendah Karbon
ESSA kini menatap masa depan dengan strategi besar menuju transisi energi rendah karbon. Perseroan tengah mempersiapkan transformasi untuk mengubah fasilitas amoniak eksisting menjadi amoniak rendah karbon, dengan target menangkap dan menyimpan sekitar 1 juta ton CO₂ per tahun.
“Inisiatif ini merupakan langkah penting ESSA dalam mendukung target nasional penurunan emisi dan mendorong posisi Indonesia dalam rantai pasok energi bersih global,” ujar Kanishk.
Selain itu, melalui anak usahanya PT ESSA SAF Makmur (ESM), Perseroan tengah mengembangkan fasilitas produksi greenfield berteknologi tinggi untuk menghasilkan hingga 200.000 metrik ton Sustainable Aviation Fuel (SAF) per tahun.
Langkah ini menandai diversifikasi strategis ESSA ke sektor energi hijau bernilai tambah tinggi dan mendukung upaya dekarbonisasi industri penerbangan global.
Dengan capaian keuangan yang kuat, rekam jejak operasional yang andal, dan fokus jangka panjang pada keberlanjutan, ESSA menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor industri energi rendah karbon di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
