TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berikut, Beberapa Risiko Bursa Saham di 2018

Achmad Adhito
15 January 2018 | 10:10
rubrik: Business Info
Asosiasi Manajemen Indonesia Tunjuk Presiden Baru

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia—Beberapa faktor risiko menjadi perhatian investor bursa saham dalam tahun 2018 ini. Diantaranya kebijakan pemerintah Cina yang ingin mengurangi investasi langsungnya di luar negeri dalam waktu dekat termasuk di Asean.

“Hal ini bisa berakibat pada perlambatan ekonomi domestik. Pasalnya, investasi menjadi salah satu pendorong perekonomian Indonesia,” kata Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas Andri Ngaserin, di Jakarta (14/1/2018).

Selanjutnya, tren kenaikan harga minyak dunia yang saat ini berada pada kisaran USD 66 per barel, lebih tinggi dari asumsi harga minyak dunia yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar USD 48 per barel.

Kondisi politik di dalam negeri yang akan menghadapi Pilkada serentak serta Pilpres 2019, akan menjadi faktor penentu bagi investor khususnya saat proses Pilkada sedang berlangsung hingga hasil akhirnya.

“Bila semuanya berjalan transparan dan hasil akhirnya sesuai dengan ekspektasi pasar, akan membawa dampak positif.”

Adapun hal positif yang akan mewarnai pasar dan perekonomian sepanjang 2018, diantaranya berlanjutnya belanja infrastruktur dan dana subsidi untuk sosial.

Juga, dana-dana kampanye yang biasanya meningkat menjelang Pilkada serta Pilpres akan meningkatkan konsumsi masyarakat. Ditambah lagi harga komoditas global yang stabil meningkat khususnya harga batu bara, akan memberi multiplier effect terhadap perekonomian.

”Dengan melihat beberapa faktor positif dan risiko yang perlu dicermati, indeks diperkirakan tidak akan banyak bergerak pada semester pertama tahun ini, namun pada semester kedua baru akan terlihat pergerakan yang berarti tergantung pada proses dan hasil Pilkada. Serta menanti langkah yang akan diambil pemerintah untuk menyelamatkan anggaran 2018,” ungkap Andri.

“Bahana memerkirakan, indeks akan berada pada kisaran 7.000 sepanjang 2018,” kata dia.

BACA JUGA:   Amartha Akselerasi Usaha Mikro Lewat A*
Tags: andri ngaserinbahana sekuritas
Previous Post

Totalindo dan BUMD DKI Bangun Rusun Tanpa DP

Next Post

Non-Migas Dorong Surplus Neraca Perdagangan 2017

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR