TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Bisnis Melesat, SDM Kuat: Bukti Nyata Transformasi Human Capital Bank Bapas 69

Abdullah Suntani
27 October 2025 | 13:15
rubrik: BUMD, Event, HC
Kinerja Bisnis Melesat, SDM Kuat: Bukti Nyata Transformasi Human Capital Bank Bapas 69

Jakarta, TopBusiness – Di tengah kompetisi ketat industri perbankan, Bank Bapas 69 terus menunjukkan kiprahnya sebagai lembaga keuangan daerah yang tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga pada kekuatan sumber daya manusia (SDM).

Dalam wawancara TOP Human Capital Awards 2025, Heryawan Setianto, Kepala Bagian Umum SDM Bank Bapas 69, menegaskan bahwa keberhasilan bisnis bank tidak terlepas dari strategi pengelolaan talenta yang terarah, adaptif, dan inovatif.

“Tema kami adalah Membangun SDM Unggul, Menguatkan Fondasi Bisnis: Strategi Human Capital Bank Bapas Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan,” ujar Heryawan mengawali presentasinya kepada dewan juri secara daring, Jumat (24/10/2025).

Bank Bapas 69 mencatatkan pertumbuhan signifikan pada 2024. Laba sebelum pajak meningkat dari Rp8,25 miliar menjadi Rp38,8 miliar, sedangkan laba bersih naik menjadi Rp17 miliar. Total aset juga tumbuh dari Rp1,51 triliun menjadi Rp1,536 triliun. Pertumbuhan ini, kata Heryawan, menjadi bukti nyata bahwa penguatan fondasi SDM berkontribusi langsung terhadap performa bisnis.

“Ini suatu hal yang menurut saya menantang, bagaimana saya bisa mengelola dan mengembangkan strategi SDM di Bank Bapas 69 ini agar bisa mendukung dari sisi bisnisnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut turut Direktur Kepatuhan, Dyah Retno Andiani dan Direktur Operasional, Heni Astuti.

Inovasi dan Budaya Human Capital

Masih menurut Heryawan, Bank Bapas 69 menempatkan fungsi SDM bukan sekadar administratif, melainkan sebagai mitra strategis bisnis. Transformasi ini diwujudkan melalui HRM69, platform digital internal yang menjadi pusat data kepegawaian dan pemantauan kinerja karyawan.

“Kami menyediakan layanan mandiri karyawan lewat aplikasi HRM69 agar pegawai bisa mengakses data pribadi, penilaian kinerja, absensi, dan layanan internal lainnya secara digital,” jelas Heryawan.

BACA JUGA:   Besok, Majalah BusinessNews Indonesia Gelar Top Bank, Insurance, Multifinance 2018

Selain itu, bank ini membangun Bapas Training Center, wadah pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada pengembangan hard skill dan soft skill. Ke depan, fasilitas ini direncanakan untuk dibuka bagi lembaga keuangan lain agar dapat menjadi pusat pembelajaran bersama.
“Selama ini Bapas Training Center masih untuk internal, namun ke depan bisa dibuka bagi pihak luar seperti BPR lain atau bank umum,” ujar Heryawan.

Dalam hal capital planning, Bank Bapas 69 menyiapkan tiga horizon strategi pengembangan SDM, yakni Jangka pendek, fokus pada rekrutmen cepat dan tepat sesuai kebutuhan; Jangka menengah, peningkatan kompetensi dan sertifikasi; dan Jangka panjang, pembentukan calon pemimpin masa depan lewat program kepemimpinan.

Konsistensi ini terlihat dari alokasi biaya pelatihan yang tetap dijaga di atas ketentuan regulator. “Total biaya pendidikan dan pelatihan SDM di tahun 2024 mencapai Rp1,629 miliar, atau sekitar 4% dari total biaya pegawai — di atas batas minimal 3% yang ditetapkan OJK,” papar Heryawan.

Selain inovasi teknologi dan pelatihan, Bank Bapas 69 juga menekankan pentingnya talent mobility dan budaya kerja sehat. Karyawan baru wajib mengikuti pelatihan dasar perbankan sebelum ditempatkan, sementara karier mereka dimonitor secara berkelanjutan untuk menentukan promosi, rotasi, maupun mutasi.

“Lingkungan kerja kami didesain agar sehat, aman, nyaman, dan produktif. Kami menyediakan fasilitas olahraga, pembinaan rohani, dan kegiatan kekeluargaan,” ujar Heryawan.

Tak hanya itu, komitmen Bank Bapas 69 terhadap pengembangan SDM juga tercermin dari penerapan sistem berbasis kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan diskotes dalam seleksi karyawan. Manajemen kinerja diterapkan dengan prinsip keadilan melalui sistem reward and punishment yang transparan.

Selain kompensasi dan tunjangan, bank ini memperkuat kesejahteraan pegawai dengan dana hari tua dan bonus berbasis kinerja. Di sisi lain, komunikasi internal diperkuat melalui Focus Group Discussion dan kegiatan kebersamaan untuk memperkuat budaya kolaboratif.

BACA JUGA:   Ratusan Peserta Ikuti Webinar TOP Human Capital Awards 2025, Ajang Pembelajaran Bersama tentang HCMS

“Kami ingin melihat sejauh mana penerapan human capital di Bank Bapas 69 ini menurut pendapat dewan juri, yang pastinya memiliki parameter-parameter yang bisa kami dapatkan sebagai bekal untuk membentuk SDM yang profesional, berkualitas, dan berintegritas,” tegas Heryawan.

Tags: Bank Bapas 69BPR Bank Bapas 69TOP Human Capital Awards 2025
Previous Post

PetroChina Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Tanjung Jabung Timur

Next Post

Wamen Dukung UMKM yang Fokus dalam Industri Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR