Jakarta, TopBusiness — PT Pupuk Kujang menandatangani kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk pembangunan pabrik NPK Nitrat yang diklaim pertama di Indonesia. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya kemandirian industri pupuk nasional dan pengurangan impor bahan baku.
“Melalui pabrik NPK Nitrat Pupuk Kujang, kita bisa memproduksi NPK Nitrat sendiri, sehingga NPK Nitrat lebih mudah didapat petani Indonesia,” ujar Direktur Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, dalam keterangan resmi, Rabu (29/10/2025).
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Budi bersama Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih, disaksikan oleh SVP Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Herdijanto Utomo, di Karawang pada Selasa (28/10/2025).
Budi menegaskan, proyek ini memiliki nilai strategis dalam menekan ketergantungan impor. Selama ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 500 ribu ton NPK Nitrat per tahun dari luar negeri.
“Dengan adanya NPK Nitrat pertama di Indonesia ini, petani tak lagi sepenuhnya bergantung pada impor. Kita bisa buat sendiri dan menjangkau petani lebih mudah,” ujarnya.
Pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun. Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu 21 bulan dan ditargetkan rampung pada kuartal III tahun 2027. Setelah beroperasi, pabrik ini diharapkan menambah kapasitas produksi pupuk nasional secara signifikan.
Sementara itu, Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih, menyatakan pihaknya siap menjalankan proyek strategis ini dengan optimal.
“Kita harus menjalankan langkah strategis ini dengan sebaik-baiknya agar dapat menghasilkan pabrik yang memproduksi pupuk berkualitas tinggi dan efisien,” ujarnya.
Sebagai informasi, Rekind merupakan satu-satunya perusahaan EPC nasional yang sepenuhnya dimiliki Indonesia. Perusahaan ini telah berpengalaman menggarap berbagai proyek besar, mulai dari pabrik pupuk dan kimia, biofuel, migas, hingga pembangkit listrik dan infrastruktur.
Sejak awal 2024, Pupuk Kujang telah melakukan riset intensif terhadap formulasi NPK Nitrat, mulai dari tahap ideasi, formulasi, hingga uji efikasi pada berbagai tanaman.
Pengujian dilakukan di Kujang Kampioen, fasilitas kebun riset Pupuk Kujang, dengan hasil positif pada tanaman cabai, tomat, dan bawang merah. Sejumlah petani di Brebes yang menguji sampel produk juga melaporkan hasil panen bawang merah yang lebih tahan terhadap kelembapan.
Langkah ini mempertegas komitmen Pupuk Kujang dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi produk dan penguasaan teknologi pupuk dalam negeri.
