TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PGEO Dukung Ambisi Indonesia Jadi Produsen Panas Bumi Terbesar di Dunia

Busthomi
3 November 2025 | 18:19
rubrik: Ekonomi
PGEO Dukung Ambisi Indonesia Jadi Produsen Panas Bumi Terbesar di Dunia

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menjelaskan teknologi G-Bionic kepada Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM sekaligus Komisaris Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Gigih Udi Atmo, Direktur Transformasi Dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono, serta jajaran pemangku kepentingan terkait pada PGE Digital Day 2025 di Jakarta, Senin (27/10/2025). FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Transformasi digital PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kini memasuki babak baru. Melalui program G-Bionic, perusahaan mulai merasakan hasil nyata dari implementasi sistem digital terintegrasi di seluruh lini operasi panas bumi. 

Langkah ini menjadi bukti komitmen PGE dalam mempercepat efisiensi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat fondasi menuju swasembada energi nasional berbasis sumber daya bersih sekaligus ambisi nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia.

Hal ini ditegaskan perusahaan dalam ajang PGE Digital Day 2025 bertajuk “Accelerating 3GW Through Digital Transformation” yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“G-Bionic sekarang sedang memasuki tahap penting untuk penerapan nyata. Beberapa inisiatif sudah dijalankan dan sebagian sistemnya sudah mulai diterapkan,” kata Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin (3/11/2025).

G-Bionic merupakan program transformasi digital PGE yang membangun budaya kerja berbasis data untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan efisiensi operasional. Sejak 2023, G-Bionic mengembangkan datanya melalui tahap assessment menyeluruh terhadap people, process, dan technology di seluruh fungsi PGE.

“Langkah ini dilakukan untuk memahami posisi digital saat ini, mengidentifikasi celah, serta menentukan arah transformasi yang sejalan dengan visi Perseroan,” ujar Ahmad Yani.

Lebih lanjut Yani menjelaskan, program G-Bionic sekarang telah memasuki fase implementasi nyata, di mana sejumlah sistem utama sudah mulai menunjukkan hasil pada efisiensi operasi, transparansi data keuangan, hingga pelaporan keberlanjutan (ESG).

Ahmad Yani menggarisbawahi bahwa G-Bionic berperan penting dalam mewujudkan efisiensi kerja serta mendukung pencapaian target kapasitas terpasang 1,8 gigawatt (GW) pada 2033 serta mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW.

BACA JUGA:   Jembatan Sei Alalak Banjarmasin Lakukan Uji Layak Fungsi

“Dengan dukungan teknologi dan data yang terus berkembang, G-Bionic akan membuka potensi baru, memperluas manfaat, dan memastikan nilai transformasi ini berkelanjutan bagi masa depan PGE,” katanya.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi turut menjelaskan bahwa G-Bionic berperan besar dalam meningkatkan akurasi data dan pemodelan pada tahap eksplorasi dan pengembangan lapangan.

Melalui digitalisasi proses eksplorasi, Edwil mengatakan, PGE saat ini telah mampu mempercepat pengambilan keputusan investasi dan menekan ketidakpastian proyek.

Jika sebelumnya proses ini membutuhkan waktu panjang, kini dengan dukungan sistem G-Bionic dan integrasi data subsurface, seluruh tahapan analisis dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien.

“Inilah bukti nyata bagaimana transformasi digital tidak hanya memodernisasi cara kerja, tetapi juga langsung berdampak pada produktivitas dan kinerja operasional kami,” kata Edwil.

Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Yurizki Rio menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, inovasi digital memungkinkan PGE mengoptimalkan pengelolaan panas bumi di beberapa aspek, antara lain:

  • Operational Excellence: Inovasi digital memungkinkan PGE meningkatkan efisiensi di seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), sekaligus melakukan pemantauan real-time terhadap kondisi di lapangan.
  • Financial Visibility: Memastikan semua keputusan berbasis data, akurat, strategis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Pelaporan ESG: Sebagai perusahaan energi hijau, keberlanjutan menjadi pilar utama kinerja kami. Inovasi digital memungkinkan penyusunan pelaporan Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang lebih efektif sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Yurizki mengatakan, PGE memastikan bahwa seluruh inovasi digital yang dilakukan selalu selaras dengan seluruh Pertamina Group.

Sejauh ini, Yurizki terus berkoordinasi erat dengan Pertamina Digital Hub dan Enterprise IT, untuk tidak hanya membahas arsitektur sistem, tetapi juga menentukan prioritas proyek yang akan dikembangkan.

BACA JUGA:   Menuju Beyond Electricity, Ini Pilot Project Green Hydrogen Berbasis Panas Bumi Milik PGEO

“Hasilnya sudah terbukti, mulai dari real-time monitoring, peningkatan efisiensi pekerjaan, hingga kemudahan dalam menilai kelayakan finansial, sehingga seluruh proses menjadi jauh lebih efektif,” jelas Yurizki.

Sejatinya, inovasi ini dimulai dengan tujuan yang sama, yaitu penciptaan nilai. Ini tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga mencakup aspek non-finansial, baik yang bersifat nyata maupun tidak berwujud.

Pada akhirnya, hal ini berkaitan dengan transformasi yang berkelanjutan, yaitu kemampuan untuk merubah proses bisnis melalui digitalisasi sehingga bisnis dapat berjalan lebih efisien dan adaptif.

Saat ini, G-Bionic menjalankan 52 inisiatif digital yang mencakup seluruh rantai operasi, mulai dari subsurface, drilling, surface, hingga enterprise.

Ke depan, sistem ini akan mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi terintegrasi, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna meningkatkan produktivitas operasional sekaligus mendorong agenda swasembada energi.

Tags: panas bumiPGEOPT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Previous Post

Gandeng S&P Dow Jones Indices, BEI Rilis Tiga Indeks Co-Branded Baru

Next Post

Sportainment 2025: Wujud Sinergi dan Sportivitas Pelaku Industri Asuransi Jiwa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR