Jakarta, TopBusiness — Motivator dan entrepreneur, Merry Riana menyampaikan pentingnya energi positif dan kemampuan terkoneksi dengan generasi muda dalam membangun sumber daya manusia (SDM) era kini, khususnya generasi milenial hingga generasi alfa.
Hal itu ia sampaikan dalam sesi inspirasi di acara puncak TOP Human Capital Awards 2025 yang digelar di Dian Ballrooom Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Merry menilai, tantangan pengembangan SDM semakin dinamis di tengah perubahan pola pikir dan perilaku generasi muda saat ini. Meski demikian, ia percaya ada nilai-nilai universal yang tetap relevan lintas generasi.
“Walaupun cara berpikir dan komunikasi generasi muda berbeda, ada hal fundamental yang tetap sama: energi dan koneksi,” ujar Merry yang juga Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Menurutnya, energi positif adalah bahasa universal yang tidak membutuhkan penjelasan, namun mampu menggerakkan. Karena itu, ia mengajak para pemimpin perusahaan untuk terus menghadirkan energi yang baik di lingkungan kerja.
“Energi itu menular. Energi besar menarik rezeki besar. Kalau energinya melempem, hasilnya juga melempem,” kata Merry disambut tepuk tangan dari sekitar 400 hadirin yang memenuhi Dian Ballrom.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menghadirkan energi positif. “Kita harus ciptakan momentum dan make everyday count.”
Merry juga menekankan makna kedisiplinan hadir dalam proses sebagai kunci sukses. “80% kesuksesan adalah tentang showing up. Muncul dulu, hadapi dulu. Get up, show up, and never give up,” tuturnya.
Connect Before Direct
Prinsip kedua yang disampaikan Merry adalah membangun koneksi sebelum memberi arahan—baik dalam konteks kepemimpinan maupun parenting. “You have to connect before you direct,” tegasnya.
Menurut Merry, pemimpin sering fokus memberi instruksi tanpa terlebih dulu memahami perspektif tim, sehingga komunikasi tidak efektif, terutama bagi generasi muda. “Kita tidak bisa mendirect kalau connect saja tidak. Kemampuan mendengar dan berempati itu sangat penting,” ujarnya.
Untuk menggambarkan pentingnya sudut pandang, Merry mengajak peserta melakukan ilustrasi sederhana tentang arah putaran tangan yang tampak berbeda saat dilihat dari perspektif berbeda.
“Hal yang sama bisa terlihat bertolak belakang hanya karena sudut pandangnya berbeda. Kesalahan terbesar zaman sekarang adalah asumsi. Kurangi asumsi, perbanyak komunikasi.”
Apresiasi kepada Menteri Ketenagakerjaan
Dalam kesempatan itu, Merry juga mengapresiasi Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D., yang dinilainya memiliki kemampuan berpikir strategis dan komitmen dalam mendorong penguatan human capital secara nasional.
“Semua yang beliau sampaikan sangat relate dengan dunia usaha. Saya percaya di bawah kepemimpinan beliau, pengembangan SDM Indonesia bisa semakin baik,” kata Merry dalam acara yang juga dihadiri Menteri Yassierli tersebut.
Ia turut menyoroti platform inspiratif yang dikelola Menaker untuk berbagi pemikiran terkait manajemen perubahan dan pengembangan SDM.
Merry menutup sesi dengan memberi motivasi kepada para pemimpin dan penerima penghargaan TOP Human Capital Awards 2025.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa kebaikan bagi dunia usaha dan untuk pembangunan SDM Indonesia. Congratulations untuk semua pemenang (TOP Human Capital Awards 2025),” ujarnya.
