Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.22%, disertai dengan net sell asing ~107 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, COIN, ANTM, ADRO dan MYOR.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi akan sideways hari ini.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 8270-8320 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 8380-8400,” ujar Fanny dalam risetnya, Jumat (7/11/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Kompak Turun, disebabkan oleh Saham AI. Indeks-indeks saham Wall Street kompak turun pada Kamis (6/11).
Pelemahan tersebut karena saham-saham teknologi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) kembali tertekan akibat kekhawatiran terhadap valuasi yang dinilai terlalu tinggi.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,84%, S&P 500 melemah 1,12% dan Nasdaq Composite berkurang 1,9%.
Sementara itu, penurunan terbesar berasal dari saham-saham teknologi besar seperti Nvidia, Microsoft, Palantir Technologies, Broadcom, dan Advanced Micro Devices (AMD).
Kemudian, saham Qualcomm turun 4% meskipun mencatat hasil kuartal di atas ekspektasi, setelah perusahaan memperingatkan potensi hilangnya kontrak dengan Apple.
Saham AMD melemah 7%, Palantir turun 7% dan Oracle melemah 2%. Saham raksasa AI lainnya seperti Nvidia dan Meta Platforms juga terkoreksi.
Tekanan di pasar juga diperburuk oleh kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS).
Menurut data Challenger, Gray & Christmas, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Oktober mencapai 153 ribu orang, hampir tiga kali lipat dibandingkan September dan naik 175% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Bursa Asia-Pasifik Menguat, Nikkei dan ASX Rebound Ikuti Sentimen Positif Wall Street. Bursa saham Asia berada di zona hijau pada perdagangan Kamis (6/11), mengikuti penguatan Wall Street.
Indeks saham di Jepang dan Australia kompak rebound setelah tertekan pada sesi sebelumnya.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,34% dan Topix menguat 1,38%. Kebangkitan bursa Negeri Sakura tersebut didorong oleh penguatan saham-saham teknologi setelah pasar AS mencatat rally berkat laporan keuangan positif dan data ekonomi yang solid.
Sementara di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,3%, rebound setelah dua sesi berturut-turut terkoreksi.
Rebound tersebut juga terjadi di tengah ekspektasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat.
Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 0,55%, sedangkan Kosdaq turun 0,41%. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong melesat 2,12% dan bursa saham di daratan China menguat masing-masing sebesar 1,43% dan 0,97%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: CBRE, MAPA, BRIS, MDKA, BBYB, dan VKTR
- CBRE Buy if Break 1300, dengan target dekat di 1350-1450. Cutloss di bawah 1250.
- MAPA Spec Buy dengan area beli di 770-780, cutloss di bawah 760. Target dekat di 795-815.
- BRIS Spec Buy dengan area beli di 2480-2490, cutloss di bawah 2460. Target dekat di 2520-2540.
- MDKA Spec Buy dengan area beli di 2370-2430, cutloss di bawah 2310. Target dekat di 2470-2520.
- BBYB Buy if Break 398, dengan target dekat di 402-418. Cutloss di bawah 378.
- VKTR Spec Buy dengan area beli di 344-350, cutloss di bawah 342. Target dekat di 360-376.
