Jakarta,TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia atau BEI mempublikasikan, selama sepekan terdapat pencatatan 2 obligasi, 1 sukuk dan 1 saham.
“Pada Rabu (5/11), terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III, Obligasi USD Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III Tahun 2025 di BEI,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam siaran pers kepada TopBusiness.id.
Obligasi Berkelanjutan II dicatatkan dengan nilai nominal Rp750.000.000.000,00, kemudian Obligasi USD Berkelanjutan II dicatatkan dengan nilai nominal USD17.172,00 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II dicatatkan dengan nilai nominal Rp750.000.000.000,00.
Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan PT Kredit Rating Indonesia untuk Obligasi Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III Tahun 2025 dan Obligasi USD Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III Tahun 2025 adalah idA+ (Single A Plus) dan irAA- (Double A Minus), sedangkan untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III Tahun 2025 adalah idA+(sy) (Single A plus syariah) dan irAA- (Double A Minus) dan dengan Wali Amanat PT Bank KB Indonesia Tbk.
“Kemudian pada hari selanjutnya, Kamis (6/11), Obligasi Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap III Tahun 2025 oleh PT Indonesia Infrastructure Finance mulai dicatatkan di BEI dengan total nilai nominal Rp1.500.000.000.000,00,” ujar Kautsar.
Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap III Tahun 2025 adalah idAAA (Triple A) dengan Wali Amanat PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Menurut Kautsar, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2025 adalah 156 emisi dari 76 emiten senilai Rp180,83 triliun. Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 650 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp527,72 triliun dan USD139,34 juta, diterbitkan oleh 136 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp6.423,84 triliun dan USD352,10 juta. EBA sebanyak 7 emisi senilai Rp2,13 triliun.
