Jakarta, TopBusiness – Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo mencapai Rp 300 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan murah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, KUR tahun depan akan tetap dibagi ke dalam tiga kategori pembiayaan, yaitu KUR super mikro dengan plafon di bawah Rp 10 juta, KUR mikro tanpa agunan hingga Rp 100 juta, dan KUR kecil dengan plafon Rp 100 juta–Rp 500 juta.
“Total anggaran yang disiapkan adalah Rp 300 triliun,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian seperti dikutip Selasa (18/11/2025).
Pemerintah juga menetapkan suku bunga tunggal 6 persen untuk seluruh jenis KUR. Airlangga menyebut kebijakan ini mempertimbangkan kebutuhan pelaku UMKM terhadap pembiayaan berbiaya rendah. “Dengan situasi perekonomian saat ini, kita tetapkan single tarif yaitu 6 persen,” ujarnya.
Dalam kebijakan terbaru, pemerintah akan melonggarkan pembatasan jumlah pengajuan ulang KUR yang sebelumnya diberlakukan. Khususnya bagi sektor produktif seperti pertanian, produksi, dan perdagangan berorientasi ekspor. “Untuk sektor produksi, sektor pertanian, sektor perdagangan untuk ekspor itu tidak dibatasi, jadi bisa terus ditarik kembali,” tutur Airlangga.
Sepanjang 2025, pemerintah telah menyalurkan Rp 217,2 triliun atau 77 persen dari target tahunan. Dana tersebut telah memberikan akses pembiayaan kepada 30 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
