Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.65%, disertai dengan net sell asing ~320 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BRPT, ANTM, IMPC dan MDKA.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi sideways menunggu keputusan BI rate yg diperkirakan tetap di 4.75%.
“Dengan level Support IHSG diperkirakan di rentang 8300-8350 dan level Resist IHSG di kisaran 8400-8430,” sebut dia dalam risetnya, Rabu (19/11/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Tertekan Aksi Jual Besar-besaran Saham AI. Indeks-indeks saham Wall Street kembali turun pada perdagangan Selasa (18/11).
Sentimen pasar tertekan oleh aksi jual besar-besaran saham teknologi, khususnya yang terkait kecerdasan buatan (AI). Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1,07%, indeks S&P 500 turun 0,83%, dan Nasdaq Composite melemah 1,21%.
Keputusan investor untuk mengurangi risiko terlihat dari penurunan saham-saham unggulan seperti Nvidia, Amazon, dan Microsoft. Nvidia, salah satu pendorong rally AI tahun ini, turun lebih dari 2%.
Amazon turun 4%, sementara Microsoft melemah 2%. Selain itu, Nvidia tengah menjadi sorotan menjelang rilis kinerja kuartal III yang akan diumumkan setelah penutupan perdagangan Rabu (19/11).
Kesepakatan besar di sektor AI pada Selasa pun gagal mengangkat saham teknologi. Startup AI Anthropic mengumumkan akan membelanjakan US$ 30 miliar untuk layanan Microsoft, sementara Microsoft dan Nvidia akan mengucurkan investasi miliaran dolar ke Anthropic.
Di sisi lain, saham Home Depot melemah setelah perusahaan ritel perbaikan rumah tersebut melaporkan laba yang meleset dari perkiraan dan memangkas proyeksi kinerja setahun penuh.
Bursa Asia Melemah pada Selasa (18/11), Mengikuti Pelemahan Wall Street. Pasar saham Asia-Pasifik turun pada perdagangan Selasa (18/11).
Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 3,22%, Kospi Korea Selatan menurun 3,32%, ASX 200 Australia turun 1,94%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,72%, Straits Times turun 0,86% dan FTSE Malaysia berkurang 0,82%.
Sementara itu, investor yang khawatir dengan valuasi sektor teknologi yang tinggi mulai beralih dari aset berisiko menjelang rilis laporan kinerja Nvidia Corp dan laporan data ekonomi AS pekan ini.
Seiring pasar menanti rangkaian data ekonomi penting AS yang tertunda akibat penutupan pemerintah, sekaligus investor mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan.
Selain itu, menanti laporan nonfarm payrolls bulan September yang dirilis Kamis (20/11) untuk mendapatkan gambaran kesehatan ekonomi AS, ekonomi terbesar dunia.
Sedangkan pada pertemuan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dengan Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda.
Ini merupakan pertemuan pertama kedua pejabat sejak Takaichi menjabat bulan lalu. Ueda sebelumnya menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga secepat bulan depan.
Namun Takaichi dan Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan preferensi mereka untuk menjaga suku bunga tetap rendah hingga inflasi secara berkelanjutan mencapai target 2% BOJ. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: BUMI, DEWA, MBMA, INET, BREN, dan RAJA
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 210-214, cutloss di bawah 210. Target dekat di 220-228.
- DEWA Spec Buy dengan area beli di 406-410, cutloss di bawah 404. Target dekat di 414-422.
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 565-575, cutloss di bawah 525. Target dekat di 585-600.
- INET Spec Buy dengan area beli di 500-510, cutloss di bawah 486. Target dekat di 520-550.
- BREN Spec Buy dengan area beli di 9550-9625, cutloss di bawah 9425. Target dekat di 9725-9900.
- RAJA Spec Buy dengan area beli di 4570-4620, cutloss di bawah 4550. Target dekat di 4680-4790.
