TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Inklusi Keuangan, Easycash Gandeng Bank Saqu Kucuri Kredit ke Jutaan Pelaku Usaha

Busthomi
20 November 2025 | 13:41
rubrik: Business Info
Len Industri Jaga UMKM Bandung Raya

Ilustrasi pelaku UMKM di Indonesia. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (Pindar) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bank Saqu Indonesia (Bank Saqu), layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab, secara resmi mengumumkan kerja sama strategis melalui Penyaluran Pinjaman (Loan Channeling).

Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kedua belah pihak dalam menghadirkan akses pembiayaan kepada segmen masyarakat unbanked dan underbanked di Indonesia.

Sinergi ini hadir sebagai jawaban atas kesenjangan yang masih lebar dalam lanskap finansial Indonesia dan selaras dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40 Tahun 2024 yakni mendorong kolaborasi antara lembaga keuangan, termasuk model loan channeling antara pindar dan bank.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 92,74%, sedangkan literasi keuangan baru 66,64%.

Oleh sebab itu, masih banyak jutaan solopreneur, UMKM, dan masyarakat underbanked yang belum sepenuhnya mendapatkan akses pembiayaan memadai untuk mendukung aktivitas produktif mereka.

Untuk itu, Easycash dan Bank Saqu berkomitmen memperkuat inklusi keuangan nasional dengan menyediakan akses pembiayaan yang lebih cepat, aman, dan transparan.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo mengungkapkan kecanggihan perhitungan sistem credit scoring berbasis artificial intelligence (AI) yang dimiliki oleh Easycash, keamanan, kemudahan pengajuan pinjaman dan transparansi serta pemenuhan kewajiban compliance menjadi keunggulan dalam kerja sama ini.

Easycash sendiri telah mencatatkan kontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan nasional, dengan total penyaluran pinjaman mencapai lebih dari Rp81,97 triliun kepada lebih dari 8 juta penerima dana hingga September 2025.

“Kami pastikan pengajuan pinjaman berjalan cepat, efisien, dan terukur risikonya dengan teknologi mutakhir dari kami. Bersama Bank Saqu, kami bersama-sama menjamin transparansi penuh, perlindungan data pengguna, dan pemenuhan kewajiban compliance tertinggi. Ini adalah kolaborasi bertanggung jawab yang memudahkan akses pembiayaan dengan aman, mudah dan cepat,” ungkap Nucky, dalam keterangannya, Kamis (20/11/2025).

BACA JUGA:   Manfaatkan Teknologi Mutakhir, Superbank Gandeng Easycash Genjot Penyaluran Kredit Lebih Besar

Saat ini, lanjutnya, OJK sendiri mencatat pendanaan dari lender perbankan di industri financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending meningkat 40,09% (yoy) menjadi sebesar Rp54,1 triliun per Juli 2025.

Begitu juga dengan pembiayaan yang disalurkan industri P2P mencapai Rp87,6 triliun pada Agustus 2025, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yakni Rp84,6 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan industri ini fintech lending masih tumbuh sehat dan berperan penting terhadap perekonomian nasional sebesar 21,6% (yoy).

Chief Digital Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan mengatakan, pihaknya percaya kolaborasi ini berperan penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

“Dengan menggabungkan keunggulan teknologi fintech dan ekosistem perbankan digital dari Bank Saqu, kami berkomitmen untuk menghadirkan akses layanan keuangan yang lebih merata, aman, dan bertanggung jawab. Sinergi ini tidak hanya berfokus pada penyaluran dana, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan bagi solopreneur, UMKM, serta  masyarakat underbanked untuk bertumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.

Hingga saat ini, Bank Saqu telah memiliki lebih dari 3 juta nasabah. Pencapaian ini didukung oleh berbagai produk inovatif seperti Saku Kredit, Busposito, Tabungmatic, dan Saku Booster yang terbukti efektif membantu solopreneur, UMKM dan masyarakat underbanked dalam mengelola keuangan.

Oleh karena itu, Nucky berharap kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memperluas inklusi keuangan secara berkelanjutan. “Bersama dengan Bank Saqu, Easycash ingin memastikan bahwa setiap individu dan pelaku usaha di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian nasional. Dengan begitu, kami meyakini kemitraan strategis ini akan memberikan dampak secara nyata untuk menggerakan roda ekonomi masyarakat,” tutup Nucky.

Tags: Bank SaquEasycashinklusi keuanganjutaan pelaku usahakredit perbankan
Previous Post

Jasa Marga Ganti Komisaris Independen yang Pindah ke Danareksa

Next Post

Dorong Transformasi Digital, Mekari Jurnal dan OCBC Hadirkan Solusi Keuangan Terpadu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR