Jakarta, TopBusiness — PT Impack Pratama Industri Tbk (IDX: IMPC) memperkuat strategi pengembangan SDM dan inovasi material dengan mengalokasikan investasi sekitar Rp 250 miliar hingga 2026 untuk membangun Impack Polymer Science Institute (IPSI). Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat pelatihan polimer terdepan di kawasan ASEAN dan bakal menjadi fondasi penting peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional.
Direktur Utama IMPC Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan bahwa pendirian IPSI merupakan langkah strategis jangka panjang untuk menjawab perubahan industri dan percepatan teknologi.
“Membangun kompetensi tenaga kerja bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. IPSI membuka akses pelatihan kelas dunia dan memberdayakan peserta didik agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja,” ujar Haryanto dalam keterangan tertulis, Senin (24/11/2025).
Ia menegaskan bahwa investasi tersebut sejalan dengan filosofi perusahaan Doing Well by Doing Good. “Kami ingin menciptakan nilai tambah bisnis jangka panjang sembari memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan komunitas,” tambahnya.
Dari pihak SKZ, Head of Sales Training & Research Matthias Ruff memberikan apresiasi atas kolaborasi pengembangan IPSI. “Konsep IPSI dirumuskan dengan sangat matang dan kami bangga dapat berkontribusi melalui program Train the Trainer. Kami yakin fasilitas ini akan memberikan dampak signifikan bagi industri polimer Indonesia,” ujarnya.
Selain pembangunan IPSI, IMPC juga mengalokasikan Rp 150 miliar dalam lima tahun untuk memperkuat riset dan inovasi melalui Impack Research and Innovation Center (IRIC). Investasi ini diarahkan untuk pengembangan produk bangunan serta teknologi pemrosesan baru yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Langkah tersebut menegaskan komitmen IMPC dalam mendorong inovasi material sekaligus memenuhi kebutuhan pasar konstruksi yang terus berkembang.
Kinerja Keuangan Tetap Solid
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, IMPC mencatatkan kinerja keuangan solid hingga kuartal III-2025. Emiten bahan bangunan ini membukukan laba bersih Rp 170 miliar, naik 30,5% secara tahunan dari Rp 130 miliar pada periode sama 2024.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh pendapatan bersih sebesar Rp 3 triliun, meningkat 9% dari Rp 2,8 triliun pada Januari–September 2024. Perseroan menilai capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan kuatnya permintaan pasar domestik.
Secara kumulatif, sepanjang sembilan bulan pertama 2025, IMPC telah mengantongi laba bersih Rp 466 miliar, tumbuh 15,5% dibandingkan Rp 403 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
