Jakarta, TopBusiness — Easton Group resmi menggandeng pengembang asal Korea Selatan, PT GSENC Development Indonesia (GSDI), untuk mengembangkan proyek hunian terbaru di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan joint venture agreement antara Direktur Utama Easton Group, William Liusudarso, dan Chief Representative GSDI, Shin-Ho Cho.
GSDI merupakan bagian dari GS E&C, perusahaan teknik dan konstruksi global terkemuka yang telah berpengalaman menangani proyek di Indonesia, Singapura, Polandia, Arab Saudi, Thailand, Amerika Serikat, hingga Vietnam.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan akan menggarap proyek hunian bernama Havenwood House yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektare. Cho menyambut positif kerja sama tersebut. “Kami melihat Easton sangat berpengalaman di bidang rumah tapak. Jadi, kami yakin proyek ini akan berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (24/11/2025).
Sejak soft launching pada akhir Agustus lalu, sekitar 30% unit Havenwood House telah dipesan. Menurut Cho, permintaan rumah di wilayah Bintaro masih sangat tinggi.
William Liusudarso menambahkan, kolaborasi dengan GSDI menjadi kesempatan bagi Easton Group untuk meningkatkan kapasitas organisasi. “GS sangat berpengalaman membangun apartemen dan residensial di Korea Selatan. Secara organisasi tentunya kami dapat belajar banyak dari mereka. Itulah mengapa kami memilih GSDI sebagai mitra strategis,” ujarnya.
Havenwood House menawarkan dua tipe hunian, yakni 6×11 dan 6×12, dengan harga mulai Rp1,3 miliar. Produk ini mengusung fitur khas seperti Tatami Backyard dan Panoramic Dry Garden, yang dirancang untuk memaksimalkan ruang secara alami dan fungsional.
Menurut William, minat konsumen terhadap proyek ini cukup kuat karena tiga faktor utama: lokasi strategis di antara BSD dan Bintaro, desain rumah yang unik, serta harga yang relatif terjangkau. “Dengan harga yang cukup affordable, penghuni tetap dapat menjangkau MRT Lebak Bulus dengan mudah,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini konsumen cenderung mencari rumah pada rentang harga lebih rendah, sementara insentif PPN dari pemerintah turut mendorong daya beli masyarakat.
“Dengan kondisi saat ini, kami tetap optimis proyek ini dapat terjual habis dalam 3–4 tahun ke depan,” pungkas William.
