TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PetroChina Dorong Kebangkitan Kopi Liberika dan UMKM di Tanjung Jabung Barat

Albarsyah
29 November 2025 | 13:01
rubrik: CSR
PetroChina Dorong Kebangkitan Kopi Liberika dan UMKM di Tanjung Jabung Barat
Share on FacebookShare on Twitter



Jakarta, TopBusiness – Pengembangan kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan hasil positif setelah delapan tahun pendampingan intensif yang dilakukan PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejak Gerai Kopi Liberika atau Gerai Mekar Jaya didirikan pada 30 Oktober 2017, program ini telah berperan signifikan dalam mengangkat kembali varietas kopi endemik Jambi sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di tingkat akar rumput.

Pendampingan PetroChina dimulai pada 2015–2017 dengan fokus pada peningkatan kualitas pascapanen, pengendalian penyakit akar putih, serta penerapan metode budidaya berkelanjutan. Meski produksi kopi Liberika lebih rendah dibanding Arabika atau Robusta, varietas ini mempunyai keunikan tersendiri yang menjadikannya komoditas bernilai tinggi. Kecamatan Betara yang menjadi sentra Liberika juga telah memperoleh sertifikat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), memperkuat posisi kopi Liberika sebagai aset lokal khas daerah.

Melihat besarnya potensi komoditas tersebut, PetroChina mendirikan Gerai Mekar Jaya sebagai pusat edukasi, hilirisasi produk, serta pemberdayaan UMKM. Produk yang dijajakan seluruhnya berasal dari pengrajin kopi lokal, termasuk Paristo, Liberika Café Aji, Kopi Mekar, Soma, MPL, dan MPG. Gerai ini kini menjadi salah satu titik penting dalam memperkenalkan Liberika kepada masyarakat luas sekaligus menjadi ruang berkumpul komunitas dan pengembangan ekowisata.

CSR & Comdev Supervisor PCJL, Ahmad Ramadlan, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang. “Liberika ini bukan sekadar komoditas, tapi identitas daerah. Tantangan kami adalah membantu masyarakat menjaga keberlanjutannya. Karena itu, kami tidak hanya membangun gerai, tetapi membangun kapasitas petani dan UMKM lokal agar mereka mandiri, naik kelas, dan terus berinovasi dari hulu ke hilir,” ujarnya dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Media SKK Migas-KKKS di Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/11/2025) lalu, dalam keterangan pers.

BACA JUGA:   Insan PetroChina Tanam Harapan melalui Donasi 5.000 Mangrove

Gerai Mekar Jaya telah berkembang menjadi ruang kreatif masyarakat, mulai dari kegiatan musik, seni, hingga program pelatihan barista dan peningkatan kualitas pengolahan kopi. Meskipun pendapatan harian gerai berfluktuasi, dampaknya terhadap perekonomian masyarakat terbukti nyata melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi turunan.

Pengelola UMKM Gerai Mekar Jaya, Harihadi, menyampaikan bahwa pembinaan PetroChina membawa perubahan yang sangat berarti. “Dulu kami hanya menjual green bean tanpa tahu cara mengolah dan memasarkan. Sekarang anak-anak muda bisa menjadi barista, UMKM punya produk sendiri, dan gerai ini menjadi pusat kegiatan masyarakat. Dampaknya terasa langsung pada ekonomi keluarga kami,” jelasnya.

Meningkatnya permintaan konsumen turut mendorong harga green bean Liberika hingga sekitar Rp85.000 per kilogram. Meski sebagian petani beralih ke komoditas lain, pasar Liberika tetap terbuka lebar berkat karakteristik rasa yang unik dan minimnya pesaing di tingkat nasional. Bahkan, permintaan dari Malaysia dan Singapura mulai masuk untuk pasokan Liberika Betara.

Ke depan, PetroChina bersama UMKM dan pemerintah daerah akan terus memperkuat edukasi kopi, pengembangan ekowisata, serta aktivitas kreatif sebagai strategi menjaga keberlanjutan industri Liberika. Kolaborasi yang semakin solid diharapkan dapat menjadikan Liberika Jambi sebagai komoditas unggulan yang mendorong ekonomi lokal sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda Tanjung Jabung Barat.

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi mengatakan,  kontribusi industri hulu migas tidak hanya tercermin dari produksi energi yang menjaga ketahanan nasional, tetapi juga dari berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendorong ekonomi lokal tumbuh secara berkelanjutan. “Inisiatif PetroChina dalam mengembangkan kopi Liberika dan UMKM di Tanjung Jabung Barat adalah contoh nyata bagaimana kegiatan hulu migas dapat memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat. Ketika kapasitas petani meningkat, UMKM naik kelas, dan ekosistem kreatif tumbuh, maka manfaat ekonomi yang tercipta akan mengalir hingga tingkat nasional,”  ujar Heru.

BACA JUGA:   Program CSR Unggulan Pertagas OEJA, Taman Olah Jelantah Perkuat Jaring Pengaman Sosial di Sidoarjo
Tags: PetrochinaPetrochina International Jabung
Previous Post

Informasi Terkini Kondisi Banjir di Tol Binjai – Langsa

Next Post

Kerahkan Ratusan Personel dan Puluhan Alat Berat, Kementerian PU Perkuat Penanganan Darurat Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR