TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonomi RI Perlu Cermati 5 Tantangan Global Ini

Achmad Adhito
1 December 2025 | 00:23
rubrik: Ekonomi
BUMN Konstruksi Ini  Setor Rp 745 Miliar ke Bisnis Listrik

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Perekonomian RI perlu terus mencermati lima tantangan global. Hal itu adalah berlanjutnya kebijakan tarif AS, melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, tingginya utang Pemerintah dan suku bunga negara maju, tingginya kerentanan dan risiko sistem keuangan dunia.

“Juga, ada maraknya uang kripto dan stablecoins pihak swasta,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam keterangan resmi, akhir pekan kemarin.

Sinergi merupakan prasyarat dalam memerkuat transformasi ekonomi nasional agar pertumbuhan dapat lebih tinggi dan berdaya tahan. Sinergi kebijakan perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Dalam hal itu, kata Perry, ada lima area penting, yakni: memerkuat stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan; mendorong pertumbuhan lebih tinggi dan berdaya tahan;c meningkatkan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan.

Lalu, mengakselerasi digitalisasi ekonomi-keuangan nasional; memerkuat kerjasama ekonomi bilateral dan regional.

Sinergi kebijakan transformasi sektor riil untuk meningkatkan modal, tenaga kerja, dan produktivitas, diperlukan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Kebijakan transformasi sektor riil ditempuh baik melalui kebijakan industrial maupun kebijakan reformasi struktural, yang saling melengkapi.
Kebijakan industrial diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produksi dari sektor-sektor prioritas nasional, termasuk diantaranya hilirisasi khususnya berbasis sumber daya alam, industri teknologi, serta indusri padat karya.

Sementara itu, kebijakan struktural diarahkan untuk perbaikan iklim investasi, persaingan usaha yang sehat, konektivitas infrastruktur, serta penguatan kebijakan perdagangan dan investasi, termasuk melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pusat-pusat pertumbuhan.

“Bauran kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2026 akan terus diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas, dalam sinergi erat dengan bauran kebijakan ekonomi nasional,” kata Perry pula.

BACA JUGA:   PUPR Selesaikan 120 Jembatan Gantung
Tags: bank indonesiaperry warjiyotantangan ekonomi global
Previous Post

Pasar Modal Bangun Jembatan di Manggarai Timur

Next Post

Hiera Sport di BSD Masuk Penyelesaian Akhir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR