Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.43%, disertai dengan net sell asing ~913 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, FILM, BRMS, dan KLBF.
Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, IHSG berpotensi rebound hari ini.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi akan berada di rentang 8420-8470 dan level Resist IHSG dipekirakan di kisaran 8550-8600,” kata dia dalam risetnya, Senin (1/12/2025).
Global Overnight Review
Saham-saham AS Ditutup Menguat Tipis Usai Thanksgiving. Saham-saham AS tercatat naik dengan volume perdagangan tipis pada sesi yang diperpendek setelah Thanksgiving pada Jumat (28/11). Kenaikan tersebut didorong oleh sektor ritel dan pemulihan saham teknologi.
Perkiraan penurunan suku bunga The Fed pada bulan Desember menguat sepanjang minggu, membantu menopang sentimen indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,61%, S&P 500 naik 0,54%, dan Nasdaq Composite naik 0,65%.
Semua sektor utama S&P 500 naik kecuali sektor perawatan kesehatan, dengan farmasi Eli Lilly turun 2,6%.
Sementara itu, Intel membantu memimpin dengan kenaikan 10,2%, setelah analis TF International Securities mengatakan perusahaan akan mulai mengirimkan prosesor M kelas bawah Apple sebagai pada awal tahun 2027.
Pekan ini, musim belanja liburan pun resmi dimulai. Thanksgiving pada Kamis, Black Friday pada Jumat dan Cyber pada Senin.
Di sisi lain, sesi perdagangan kali ini juga diwarnai oleh insiden gangguan teknis yang menghambat aktivitas futures global.
CME Group sempat membekukan perdagangan mata uang, komoditas, dan futures ekuitas akibat masalah pendinginan di pusat data CyrusOne.
Bursa Asia Bergerak Variatif, Inflasi Tokyo di Atas Ekspektasi. Pasar saham Asia-Pasifik beragam pada perdagangan Jumat (29/11), di tengah kondisi pasar AS yang cenderung datar selama libur Thanksgiving.
Selain itu, di Asia mencermati data inflasi Tokyo, inflasi umum (headline) Tokyo untuk bulan Oktober turun tipis menjadi 2,7% dari 2,8% pada bulan lalu.
Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan harga makanan segar namun tetap mencakup energi naik ke 2,8%, sedikit di atas proyeksi sebesar 2,7%.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,17%, dan Topix menguat 0,29%. Di Korea Selatan, Kospi terkoreksi 1,51%, sedangkan Kosdaq melesat 3,71%.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,04%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,34% dan Taiex Taiwan menguat 0,26%. Selain inflasi Jepang, PDB India tumbuh sebesar 8,2% pada periode Sep-25, merupakan pertumbuhan tercepat dalam enam kuartal terakhir, didorong oleh belanja pemerintah yang kuat dan investasi swasta.
Sektor-sektor kunci seperti manufaktur dan jasa berkontribusi pada pertumbuhan ini, dengan konsumsi swasta meningkat menjadi 7,9%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: TINS, MBMA, BUMI, ARCI, RATU, dan INDY
- TINS Buy on Weakness dengan area beli di 3210-3260, cutloss di bawah 3150. Target dekat di 3300-3440.
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 535-545, cutloss di bawah 520. Target dekat di 565-590.
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 236-244, cutloss di bawah 230. Target dekat di 248-254.
- ARCI Spec Buy dengan area beli di 1200-1230, cutloss di bawah 1175. Target dekat di 1250-1320.
- RATU Buy on Weakness dengan area beli di 11825-12025, cutloss di bawah 11600. Target dekat di 12275-12675.
- INDY Spec Buy dengan area beli di 1735-1750, cutloss di bawah 1730. Target dekat di 1780-1820.
