Jakarta, TopBusiness — PT ESSA Industries Indonesia Tbk (IDX: ESSA) menegaskan komitmennya pada praktik keberlanjutan melalui penguatan pilar Environment, Social, and Governance (ESG).
Direktur ESSA, Prakash Bumb, menyatakan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi penting dalam strategi jangka panjang perusahaan. “Sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, ESSA menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam strategi jangka panjang kami,” ujar Prakash dalam public expose perseroan, Rabu (3/12/2025).
Prakash mengungkapkan, perusahaan saat ini tengah menyusun ESG Roadmap yang terstruktur dan ditargetkan selesai pada awal 2026. Dokumen strategis ini akan menjadi pedoman transformasi keberlanjutan ESSA dalam beberapa tahun ke depan.
Pada 2024, ESSA memperkuat komitmen tersebut dengan menerbitkan Sustainability Report 2024 yang disusun selaras dengan Standar Global Reporting Initiative (GRI). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengungkapan terkait aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Di pilar lingkungan, ESSA mengimplementasikan berbagai program yang mendukung operasional bersih dan bertanggung jawab. Inisiatif tersebut meliputi pemantauan keanekaragaman hayati di area operasi, konservasi burung maleo, restorasi habitat melalui penanaman mangrove, dan penguatan sistem pemantauan lingkungan serta efisiensi energi.
“Program-program ini bukan hanya mencerminkan kepatuhan, tetapi menunjukkan kontribusi ESSA terhadap perlindungan lingkungan di wilayah operasi,” kata Prakash.
Transformasi Digital HR dan Pemberdayaan Masyarakat
Pada pilar sosial, kata Prakash, ESSA menekankan pentingnya kontribusi bagi karyawan dan masyarakat sekitar. Di internal perusahaan, implementasi Darwin Box menjadi langkah penting dalam digitalisasi fungsi human resources.
Platform tersebut memungkinkan karyawan mengelola administrasi secara mandiri, meningkatkan transparansi informasi, serta menghadirkan pengalaman kerja yang lebih mudah dan efisien.
Di luar perusahaan, ESSA menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti edukasi, kesehatan, pelibatan komunitas, dan penguatan peran perempuan dalam aktivitas ekonomi lokal.
Salah satu capaian menonjol adalah keberhasilan BUMDes binaan ESSA yang berhasil menembus pasar global melalui ekspor arang kelapa ke Eropa. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Prakash.
Untuk pilar governance, ESSA menegaskan bahwa tata kelola bukan hanya soal kepatuhan, tetapi membangun sistem yang transparan, terkendali, dan mendukung pengambilan keputusan strategis.
Perseroan telah memperkuat digitalisasi melalui integrasi SAP yang memungkinkan sinkronisasi proses bisnis lintas fungsi, peningkatan efisiensi operasional, serta ketersediaan data real-time untuk perencanaan dan keandalan operasional.
ESSA juga meningkatkan kepatuhan terhadap perlindungan data pribadi (PDP) melalui penyempurnaan dokumen dan standar internal agar seluruh proses pengelolaan data mengikuti regulasi yang berlaku.
“Dengan memperkuat tata kelola, mendigitalisasi proses, dan meningkatkan keandalan data, ESSA memastikan pilar governance berjalan selaras dengan visi perusahaan,” tutur Prakash.
