Jakarta, TopBusiness – Ajang TOP Digital Awards 2025 kembali digelar oleh Majalah ItWorks dan portal itworks.id sebagai salah satu barometer penilaian transformasi digital terbesar di Indonesia. Mengusung tema “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation”, puncak penghargaan berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025 di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, dihadiri hampir 500 peserta dari korporasi, BUMN/BUMD, instansi pemerintah, hingga para pemimpin TI nasional.
Tahun ini, penilaian dilakukan lebih selektif, sejalan dengan tuntutan implementasi teknologi cerdas seperti artificial intelligence (AI), machine learning, big data analytic, IoT, cloud, otomatisasi dan robotic. Dari hampir 1.000 kandidat awal, sebanyak 131 peserta berhasil lolos penilaian lengkap melalui rangkaian seleksi data dan wawancara penjurian selama lebih dari dua bulan.
Hasilnya, dua perusahaan meraih penghargaan tertinggi Platinum TOP Digital Awards 2025, yakni PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli.com) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang sukses mempertahankan predikat bintang lima selama lima tahun berturut-turut. Selain itu, tujuh perusahaan meraih Golden Thropy, karena mampu mencatat prestasi bintang lima selama tiga tahun berturut-turut, termasuk Perumda Air Minum Kota Padang, Bank BTN, PTPN I, Citilink Indonesia, Xynexis International, WOM Finance, serta DJKI Kemenkumham RI.
Deretan penerima penghargaan bintang lima juga berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, logistik, kesehatan, energi, hingga instansi pemerintah daerah. Mereka dinilai berhasil mengimplementasikan inovasi digital yang mendorong kinerja operasional, peningkatan layanan publik, efisiensi bisnis, serta penguatan tata kelola dan keamanan siber.
Dalam keynote speech, Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) Ilham Akbar Habibie menegaskan bahwa transformasi digital merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti pentingnya kedaulatan teknologi, penguatan SDM digital, integrasi sistem, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Ilham juga mengingatkan bahwa ancaman siber terus meningkat, di tengah semakin masifnya penggunaan AI dan cloud. Oleh karena itu, kesiapan keamanan data harus menjadi prioritas nasional.
Ketua Penyelenggara TOP Digital Awards 2025 sekaligus Pemimpin Redaksi ItWorks, M. Lutfi Handayani, menyampaikan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran bersama. Peserta mendapat masukan dari Dewan Juri serta kesempatan mengamati presentasi peserta lain untuk memperkaya wawasan dalam transformasi digital.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Prof. Achmad Benny Mutiara mengungkap sejumlah temuan penting. Menurutnya, semakin banyak organisasi memiliki strategi digital yang baik, namun eksekusi masih beragam dan integrasi data belum sepenuhnya optimal. Adopsi AI dan analitik tumbuh pesat, tetapi tata kelola data dan etika AI masih perlu diperkuat. Tantangan terbesar justru terletak pada kapasitas SDM dan perubahan budaya kerja. Keamanan siber juga belum sepenuhnya menjadi prioritas utama di banyak organisasi.
Ia menekankan bahwa transformasi digital bukan soal adopsi teknologi semata, tetapi bagaimana teknologi menghasilkan nilai nyata, baik efisiensi, layanan publik yang lebih berkualitas, maupun peningkatan daya saing bisnis. Dewan Juri berharap para pemenang tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain dalam menerapkan inovasi digital yang strategis, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan semangat peningkatan kualitas transformasi digital di seluruh sektor, TOP Digital Awards 2025 kembali menjadi momentum penting bagi perusahaan dan institusi pemerintah untuk memperkuat peran teknologi sebagai pengungkit keunggulan operasional dan pertumbuhan berkelanjutan.



