Jakarta, TopBusiness—Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa saat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Pertamina terus mengupayakan pengiriman BBM dilakukan dengan mengikuti standar keselamatan yang ketat.
Setiap pergerakan mobil tangki dipantau melalui koordinasi antara Integrated Terminal, depot setempat, AMT (awak mobil tangki), pihak berwenang, dan Road Traffic Control (RTC) yang siaga 24 jam.
“AMT kami selalu mendapatkan pengarahan keselamatan, termasuk pembaruan informasi jalur yang aman. Keselamatan tetap nomor satu, namun komitmen menjaga suplai energi juga menjadi tanggung jawab moral bagi kami,” jelas Fahrougi dalam keterangan tertulis (7/12/2025).
Selama masa bencana, Pertamina terus menjaga ketersediaan BBM di SPBU, mendukung kebutuhan BBM untuk alat berat pembersihan material longsor, kendaraan darurat, hingga suplai ke wilayah yang terisolasi.
AMT tetap menjalankan distribusi di tengah bencana menjadi wujud nyata peran Pertamina dalam menyediakan energi, terutama di saat masyarakat membutuhkan.
“Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat,” tandas Fahrougi.
