Jakarta, TopBusiness—Saat ini, keamanan digital merupakan komponen utama stabilitas pasar modal. “Dalam kondisi penetrasi digital yang semakin tinggi, keamanan harus bergerak dari autentikasi berbasis email menuju autentikasi fisik dan device-based,” kata CEO Indo Premier Sekuritas (Ipot), Moleenoto, dalam keterangan yang diterima hari ini oleh Redaksi Majalah TopBusiness.
Ipot menawarkan solusi keamanan ekstra. Di situ, sistem Ipot dirancang untuk tetap aman bahkan ketika kredensial pengguna bocor. “Kami siap mendukung regulator dalam menetapkan standar keamanan baru bagi seluruh pelaku industri.”
Ia menegaskan komitmen Ipot untuk melindungi aset investor dengan menerapkan sistem keamanan terpadu tiga lapis, yang dirancang untuk tetap melindungi akun nasabah, bahkan ketika kredensial autentikasi bocor.
Itu yakni, pertama, SIM-OTP sebagai autentikasi dua faktor (2FA). Kedua, ASDI (App-Scoped Device Identifier) untuk registrasi perangkat.
Ketiga, Add Device Approval sebagai kontrol eksplisit penambahan perangkat.
Tiga mekanisme ini dirancang saling melengkapi dan membentuk standar keamanan yang setara, bahkan lebih ketat, dibandingkan perbankan di Indonesia.
“Dengan arsitektur keamanan ini, sekalipun password nasabah dicuri atau bocor, akun Ipot tetap aman tidak dapat ditembus dan dibuka pihak lain,” kata dia.
