Jakarta, TopBusiness – Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) baru saja menyelenggarakan Penganugerahan Annual Report Award (ARA) 2024, ajang nasional yang telah memasuki penyelenggaraan ke-20 sejak pertama kali digelar pada 2002 lalu.
Selama dua dekade, ARA berperan penting dalam mengangkat standar governans, keterbukaan informasi, dan pelaporan keberlanjutan di Indonesia.
ARA 2024: Angkat Integritas, Transparansi, dan Akuntabilitas
Dengan mengusung tema “Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future”, ARA 2024 menegaskan pentingnya perusahaan untuk: menerapkan integritas, memperkuat transparansi, menjaga akuntabilitas, dan melaporkan seluruh aspek tersebut dalam laporan tahunan dan laporan keberlanjutan.
“Penilaian tidak hanya menyoroti kualitas pengungkapan, tetapi juga memberikan rekomendasi perbaikan kendati tidak menjadi pemenang, sehingga seluruh peserta mendapatkan nilai tambah dari proses ARA,” ujar Prof. Mardiasmo Ketua Umum Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) yang juga selaku Ketua Panitia Pengarah ARA 2024, Senin (9/12/2025).
Penyelenggara dan Kolaborasi Multi-Lembaga
ARA 2024 dipimpin oleh Prof. Sidharta Utama sebagai Ketua Panitia Pelaksana dan diselenggarakan oleh KNKG bekerja sama dengan tujuh lembaga penyelenggara: OJK, Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan—DJP, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengaturan BUMN, Bursa Efek Indonesia, serta Ikatan Akuntan Indonesia.
Sebanyak 206 perusahaan mendaftar untuk mengikuti ARA 2024, mencakup perusahaan publik dan non-publik, lembaga keuangan dan non-keuangan, BUMN, BUMD, serta entitas lainnya.
Tahun ini terdapat peningkatan signifikan peserta dari BUMD, mencerminkan semakin luasnya komitmen BUMD terhadap praktik governans yang baik.
Kriteria penilaian merujuk pada ketentuan dan standar terkini, termasuk SE OJK 16/2021, POJK 51/2017, Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUGKI) 2021, serta ASEAN Corporate Governance Scorecard, dan diperbarui secara berkala untuk mengikuti tema ARA danperkembangan praktik governans terbaik.
Proses penjurian dilakukan melalui:
- Desk Evaluation, berdasarkan kriteria yang dipublikasikan secara terbuka.
- Wawancara dengan pimpinan perusahaan, untuk mendapatkan high-level view mengenai governans dan internalisasi keberlanjutan serta mengonfirmasi kualitas pengungkapan dalam laporan.
Inovasi Baru ARA 2024
Jika ditilik berdasarkan klaster pendapatan, untuk pertama kalinya sejak ARA diselenggarakan, ARA 2024 memperkenalkan pembagian pemenang berdasarkan klaster pendapatan perusahaan.
Inovasi ini dilakukan untuk: pertama, mencerminkan bahwa kebutuhan dan kompleksitas pengungkapan sangat bervariasi sesuai ukuran dan skala Perusahaan; kedua, memberikan penilaian yang lebih proporsional dan adil; ketiga, memastikan benchmarking dilakukan antar-perusahaan dengan kesetaraan karakteristik; dan memperkuat relevansi ARA bagi entitas besar maupun menengah-kecil.
Dengan pendekatan baru ini, ARA semakin mampu memberi gambaran yang lebih akurat mengenai kualitas governans dan transparansi di berbagai level perusahaan di Indonesia.
Dewan Juri
Dewan Juri yang diketuai oleh Prof. Lindawati Gani terus mempertahankan prinsip objektivitas dan independensi. Keanggotaannya mencakup perwakilan dari: Direktorat Jenderal Pajak, Badan Pengaturan BUMN, Bursa Efek Indonesia, KNKG, Ikatan Akuntan Indonesia, serta unsur akademisi.
“Keberagaman ini menjamin penilaian yang kredibel dan komprehensif,” terang Mardiasmo.
Pemenang ARA 2024
Berdasarkan keseluruhan proses penilaian, Dewan Juri menetapkan:
- Juara Umum ARA 2024,
- Juara Umum per Klaster Pendapatan (pembagian baru tahun ini), serta
- Pemenang untuk setiap kategori yang dinilai.
“Daftar lengkap pemenang tercantum dalam lampiran. Seluruh keputusan bersifat final,” kata dia.
Panitia ARA 2024 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, mitra penyelenggara, dan pihak-pihak yang turut mendukung berlangsungnya kegiatan ini.
“ARA akan terus berperan sebagai katalis peningkatan kualitas laporan, governans, dan praktik keberlanjutan bagi perusahaan-perusahaan Indonesia,” pungkas Mardiasmo.

