TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Suspensi Dibuka, Saham INET Diproyeksi bakal Melesat

Busthomi
10 December 2025 | 11:14
rubrik: Capital Market
Siap Jadi Tulang Punggung Infrastruktur Digital Indonesia, INET Galang Dana dari Rights Issue hingga Obligasi

Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), Muhammad Arif saat menyampaikan paparan publik di Jakarta, beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. INET

Jakarta, TopBusiness — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan pembukaan kembali suspensi atas perdagangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (IDX: INET) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, serta Waran Seri I (INET-W) di Seluruh Pasar. Keputusan ini efektif berlaku mulai sesi I pada Rabu (10/12/2025).

Pembukaan suspensi ini beriringan dengan prospek yang sangat positif dari kalangan analis pasar.

Samuel Sekuritas Indonesia (IF) dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi Spec-BUY untuk saham INET dan menaikkan target harga (TP) secara signifikan ke level 1.350 per saham, yang menunjukkan potensi kenaikan sebesar 74,2 persen dari harga terakhir 775.

Kenaikan target harga yang fantastis ini didasarkan pada perbaikan estimasi laba dan kinerja perusahaan yang kuat, terutama pada kuartal ketiga tahun 2025 (3Q25).

Kinerja keuangan INET selama sembilan bulan pertama tahun 2025 (9M25) menunjukkan pertumbuhan eksplosif. Dimana kinerja fundamental menggeliat dengan torehan laba melonjak 818,9 persen YoY.

Seperti diketahui, sepanjang sembilan bulan pertama 2025 (9M25), INET membukukan kinerja impresif dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi.

Pendapatan tercatat Rp68,6 miliar atau tumbuh 190,5 persen YoY dan laba bersih Rp19,4 miliar  atau melonjak 818,9 persen YoY, setara 86 persen dari estimasi Samuel Sekuritas Indonesia.

Pertumbuhan pendapatan ditopang segmen layanan ISP, yang berkontribusi Rp67 miliar atau naik 188,4 persen YoY. Lonjakan kinerja turut didorong ekspansi pelanggan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI)  mitra INET yang melonjak dari 220 ribu pelanggan (Desember 2024) menjadi 1,5 juta pelanggan (September 2025).

Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, dikutip Rabu (10/12/2025), sorotan juga tertuju pada sisi profitabilitas, INET mencatat peningkatan signifikan dengan GPM 3Q25: 66,3 persen (vs 51,6 persen pada 3Q24). Marjin EBITDA 3Q25: 76,4 persen (vs 26,8 persen), dengan EBITDA naik menjadi Rp18 miliar (+728,8 persen YoY).

BACA JUGA:   Usai Lebaran Indeks bisa Naik, Saham BBRI, ASII, GOTO, ADRO Layak Koleksi

Menurut Riset itu pula, rencana ekspansi jumbo, akan mendorong INET siapkan pendanaan Rp4,2 Triliun.

Untuk memperkuat ekspansi jaringan dan layanan, INET menyiapkan skema pendanaan besar dengan Rights Issue (2025) sekitar Rp3,2 triliun  yang masih menunggu persetujuan OJK dan rencana Penerbitan obligasi pada 2026 senilai Rp1 triliun.

Total dana sekitar Rp4,2 triliun tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kabel bawah laut, proyek Fiber To The Home (FTTH), layanan internet berbasis node, serta akuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dan PT Trans Hybrid Communication (THC) guna memperkuat kapasitas kontraktor FTTH dan managed services.

Dukungan ekspansi ini membuat proyeksi laba INET kian agresif dengan proyeksi di tahun 2026 mencapai Rp257 miliar atau tumbuh +849,2 persen YoY dan untuk tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp736 miliar  atau tumbuh 185,7 persen YoY.

Samuel Sekuritas Indonesia mematok target harga baru Rp1.350 per saham, mengacu pada valuasi EV/EBITDA 2027F sebesar 25x. Samuel Sekuritas Indonesia menilai INET sebagai salah satu operator ISP dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan internet berkecepatan tinggi untuk bekerja, hiburan, serta kebutuhan rumah tangga.

Adapun risiko yang perlu dicermati meliputi keterlambatan ekspansi, realisasi pertumbuhan pelanggan di bawah ekspektasi, serta pelemahan daya beli.

Untuk tahun 2026, pendapatan INET diperkirakan mencapai Rp942 miliar (+284 persen YoY) dengan marjin EBITDA berada pada kisaran 60–70 persen.

Tags: INETproyeksi sahamPT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Previous Post

Babak Baru GPSO, Tjokro Group Bakal Kerek Aset Jadi Rp 5 Triliun

Next Post

Gandeng TSH Group, Maybank Indonesia Perkuat di Layanan Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR