Jakarta, TopBusiness – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal, menyiapkan strategi ekspansi melalui integrated auto solutions yang menggabungkan inovasi dan digitalisasi proses guna menekan biaya serta meningkatkan efisiensi.
Ekspansi tersebut dilakukan secara vertikal melalui car distribution management dan secara horizontal melalui car terminal network. Kolaborasi dua arah ekspansi tersebut diharapkan memperkuat jaringan layanan logistik kendaraan.
Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi menjelaskan bahwa ekspor kendaraan dari Indonesia kini menjangkau Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah, dengan pertumbuhan signifikan dari kawasan Timur Tengah. “Kenapa Timur Tengah banyak, karena MBS sebagai Perdana Menteri Arab Saudi sudah membuka relaksasi wanita bisa mengendarai mobil sendiri,” ujar Sugeng kepada media yang dikutip, Raub (10/12/2025).
IPCC terus mengembangkan layanan terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pre-delivery center (PDC), inspeksi, pemasangan aksesori, perawatan ringan, hingga distribusi kendaraan ke berbagai dealer. Dari sisi kepelabuhanan, digitalisasi proses pelayanan dan dokumen terus diperluas melalui integrasi dengan sistem Pelindo. Langkah tersebut mampu mempercepat post stay dan cargo stay kendaraan sehingga biaya logistik dapat ditekan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto menegaskan komitmen Pelindo untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa. Ia menyampaikan bahwa efisiensi logistik kendaraan menjadi prioritas agar kapal tidak menunggu terlalu lama di dermaga dan barang tidak berada terlalu lama di pelabuhan.
Arif mengatakan transformasi dan standarisasi operasi terus dijalankan meski diakui bukan hal yang mudah. Ia menegaskan bahwa upaya Pelindo Grup, termasuk IPCC, ditujukan untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor logistik kendaraan yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi.
IPCC mencatat kinerja solid hingga triwulan III-2025. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp660,24 miliar atau naik 12,67 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan pendapatan itu diikuti lonjakan laba bersih yang mencapai 28,42 persen menjadi Rp190,30 miliar.
mengatakan kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan perseroan yang konsisten dari tahun ke tahun. Ia menegaskan bahwa secara finansial IPCC berada dalam kondisi sangat sehat. “Kalau beli saham IPCC, setiap tahun akan tumbuh terus. Kami punya kinerja yang lebih optimal dari tahun ke tahun dengan margin 28,42 persen. IPCC cukup sehat dan strong,” kata Sugeng.
Di sisi operasional, aktivitas terminal menunjukkan tren peningkatan. Hingga Oktober 2025, branch Jakarta mencatat 883 call kapal, arus mobil 524.336 unit, arus alat berat 11.006 unit, serta arus truk dan bus sebanyak 25.685 unit. Terminal satelit mencatat 2.041 call kapal dengan arus mobil 232.971 unit, arus alat berat 15.716 unit, dan arus truk serta bus sebanyak 170.898 unit.
