Jakarta, BusinessNews Indonesia—Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardjojo, merespons baik hasil penilaian IMF perihal perekonomian Indonesia tahun 2017. Penilaian tersebut menjabarkan bahwa ekonomi Indonesia terus menunjukkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan ekonomi stabil. IMF pun menilai bahwa kondisi makroekonomi Indonesia terus terjaga sehingga risiko sistemik terkendali.
Agus, dalam keterangan pers hari ini di Jakarta, menjelaskan bahwa pandangan IMF tersebut sejalan dengan hasil penilaian pihaknya yang meyakini bahwa resiliensi perekonomian Indonesia semakin membaik. Inflasi selama 2017 berada pada level yang rendah sebesar 3,61% year on year. Sehingga dalam tiga tahun terakhir secara konsisten inflasi berhasil dikendalikan dalam kisaran sasaran.
“Inflasi yang terjaga pada level yang rendah dan stabil tersebut memberikan suasana yang kondusif bagi upaya penguatan momentum pemulihan ekonomi domestik. Pertumbuhan ekonomi 2017 mencapai 5,07%. Ditopang oleh perbaikan investasi infrastruktur oleh pemerintah dan peran investasi swasta,” kata dia.
Selain itu, membaiknya resiliensi ditandai oleh neraca transaksi berjalan yang sehat dan aliran masuk modal asing yang tinggi, serta nilai tukar Rupiah yang stabil.
Sejalan dengan hal itu, stabilitas sistem keuangan selama 2017 juga tetap terjaga. Ke depan, pertumbuhan ekonomi di 2018 diperkirakan meningkat pada kisaran 5,1% sampai 5,5% dengan inflasi diproyeksikan berada pada kisaran 3,5% dengan plus-minus 1%.
Defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 2% sampai 2,5% dari PDB, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi domestik.
“Bank Indonesia memandang bahwa pencapaian positif tersebut tidak terlepas dari hasil sinergi kebijakan yang telah berjalan baik selama ini,” ucap Agus.
