Jakarta, TopBusiness — Emiten di sektor properti PT Metro Realty Tbk (IDX: MTSM) mengaku tetap comply (mengikuti aturan) terhadap kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan free float saham.
Hal ini seperti disampaikan oleh jajaran direksi perseroan, Direktur Utama MTSM, Rose Merry Maruli dan Direktur MTSM, Sukardi saat acara Paparan Publik perseroan, di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Untuk diketahui, free float saham adalah jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia dan bisa diperdagangkan secara bebas oleh publik di pasar modal, tidak termasuk saham yang dipegang oleh pemegang saham pengendali (founder, manajemen, atau institusi besar).
Disebutkan Sukardi, apapun kebijakan dari BEI dan OJK, pihaknya tetap akan mengikutinya untuk melakukan kebijakan free float sesuai aturan.
“Namun, bagaimana kita (perusahaan) mau bergerak jika kita masih disuspensi (saham MTSM). Istilahnya kaki kita masih terikat. Tapi apapun itu, kami akan tetap comply terkait aturan free float itu,” jelas dia.
Sukardi kembali mengatakan, saham yang akan dijual tersebut merupakan saham milik investor eksisting.
“Kalau secara persentase, kami sudah memenuhi ketentuan free float. Kami akan berusaha memenuhi ketentuan secara jumlah saham,” ujarnya.
Berdasarkan data BEI, jumlah saham free float MTSM secara persentase sudah mencapai 19,057 persen atau melebihi batas ketentuan, yakni minimal 7,5 persen. Secara jumlah, saham perseroan yang beredar di masyarakat sebanyak 44.373.276 saham, dengan jumlah saham warkat yang masih sebanyak 20.897.008 lembar.
Untuk itu, dijelaskan Rose Merry Maruli, MTSM berencana melakukan divestasi 27 juta saham yang dimiliki oleh investor eksisting tersebut. Hal itu sejalan dengan harapan perseroan agar sanksi penghentian sementara (suspensi) saham perseroan dibuka oleh BEI.
“Makanya, prseroan akan melakukan divestasi saham sebagai pemenuhan free float dan kami akan melakukan free float sebanyak 27 juta lembar kepada investor non-afiliasi,” jelas Rose Merry.
Lebih lanjut Sukardi mengungkapkan, MTSM sedang mengupayakan agar saham warkat menjadi non-warkat bisa dilakukan secepat mungkin.
“Kami akan mengubah yang warkat menjadi scripless, terkait juga dengan rencana memenuhi ketentuan free float saham perseroan,” imbuhnya.
Namun demikian, Sukardi belum bisa mempublikasikan mekanisme divestasi yang akan dilakukan oleh pemegang saham lama. Hanya saja, dia menegaskan bahwa sebanyak 27 juta saham akan dijual kepada investor non-afiliasi yang dilakukan pada tiga atau enam bulan ke depan.
Sekadar mengingatkan, saat ini saham MTSM masih mengalami suspensi lantaran belum memenuhi ketentuan free float untuk kategori jumlah saham beredar di publik sebanyak 50 juta lembar. Hingga hari ini saham perseroan tertahan di Papan Pemantauan Khusus dengan harga yang stagnan di level 500.
