Jakarta, TopBusiness — Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengapresiasi langkah pemerintah yang memulai sidang debottlenecking sebagai upaya konkret mengurai berbagai hambatan struktural yang selama ini dihadapi pelaku usaha. Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Purbaya Yudhi Sadewa dan dinilai menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam menjaga iklim investasi serta mendorong pertumbuhan industri nasional.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menilai kebijakan debottlenecking mencerminkan pendekatan baru pemerintah yang lebih responsif dan solutif terhadap persoalan riil di lapangan. Menurutnya, hambatan di sektor pembiayaan, perizinan, dan perdagangan masih menjadi tantangan utama dalam realisasi investasi dan ekspansi industri di berbagai kawasan industri di Indonesia.
“Dunia usaha membutuhkan bukan hanya kebijakan yang baik di atas kertas, tetapi juga kepastian dalam implementasinya. Sidang debottlenecking yang dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan hambatan investasi diselesaikan secara lintas sektor dan tidak berlarut-larut,” ujar Ma’ruf dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Sebagai asosiasi yang menaungi pengelola kawasan industri di seluruh Indonesia, HKI memandang debottlenecking sebagai langkah strategis yang berpotensi memberikan dampak langsung terhadap percepatan investasi.
Setidaknya terdapat empat manfaat utama dari kebijakan ini, yakni mempercepat implementasi investasi di kawasan industri, meningkatkan kepastian regulasi dan prosedur operasional, memperkuat sinergi pemerintah dan pelaku industri dalam penyelesaian masalah secara cepat dan transparan, serta mendukung pencapaian target pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja pada 2026.
HKI juga menekankan pentingnya menjadikan sidang debottlenecking sebagai pintu masuk reformasi proses jangka panjang. Penyelesaian hambatan investasi dinilai tidak cukup jika hanya bersifat administratif dan kasus per kasus, melainkan harus diikuti dengan perbaikan sistem dan prosedur yang lebih permanen agar hambatan serupa tidak terus berulang.
“Debottlenecking akan jauh lebih berdampak apabila temuan-temuan dalam sidang tersebut dijadikan dasar penyempurnaan kebijakan ke depan. Dengan begitu, iklim usaha akan semakin efisien, kompetitif, dan berkelanjutan,” kata Ma’ruf.
Lebih lanjut, HKI menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam proses debottlenecking. HKI siap menyampaikan masukan berbasis pengalaman lapangan dari pengelola kawasan industri dan pelaku usaha sebagai bahan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia industri diyakini menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berdaya saing, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika dan tantangan global.
