Jakarta, TopBusiness – Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat selama tahun 2025 aksi korporasi yang dilakukan perusahaan tercatat atau emiten termasuk pembagian dividen mencapai Rp491 triliun. Atau meningkat dari tahun 2024 yang sebesar Rp469 triliun.
Sementara dari frekuensi tindakan korporasi selama 2025 mencapai 7.610 kali atau meningkat dari tahun lalu 6.976. Dengan pembayaran bunga obligasi mencapai 4.115 kali. Badi hasil (1.532), pelunasan pokok (617), dividen (480), dan lainnya (866).
Hal ini seperti disampaikan Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat saat Konferensi Pers Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2025, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
“Terkait dengan pembagian dividen selama tahun 2025 ini, sektor keuangan dan bank (financial-banks) masih yang tertinggi yakni mencapai Rp80,34 triliun,” jelas Samsul.
Lebih lanjut dia mengurai, untuk Top 5 sektor saham dengan distribusi dividen terbesar selama tahun 2025, posisi kedua adalah sektor energi (energy-coal productiona) sebesar Rp27,95 triliun.
Lalu sektor infrastructures-integrated telecommunication services sebesar Rp20,18 triliun, sektor industrials-multi sector holdings sebanyak Rp10,48 triliun, dan sektor infrastructure-wireless telecommunications services sebanyak Rp10,46 triliun. Sementara untuk Top 5 EBUS dengan distribusi tindakan korporasi terbesar selama tahun 2025 adalah financial-consumer financing (Rp36,91 triliun), financial-banks (Rp29,00 triliun), financial specialize business financing (Rp26,01 triliun), basic materials paper (Rp18,51 triliun), dan infrastructures wireless telecommunication services (Rp10,90 triliun).
