TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Bisa Koreksi Wajar, Saham INET, BRMS, MBMA, UNTR, ARCI, dan HRTA Direkomendasikan

Busthomi
6 January 2026 | 07:59
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik 1.27%, tapi disertai dengan net sell asing ~9.98 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, MEDC, BBRI, EMAS dan JPFA.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst, laju IHSG berpotensi koreksi wajar hari ini.

“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diperkirakan di kisaran 8780-8800 dan level Resist IHSG diramal di rentang 8880-8900,” ujar Fanny dalam risetnya, Selasa (6/1/2025).

Global Overnight Review

Wall Street Menguat Tajam, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin (5/1), meskipun AS melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Selain itu, pelaku pasar menilai langkah tersebut tidak akan memicu konflik geopolitik yang meluas dan berpotensi mengganggu stabilitas pasar global.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,23%, S&P 500 naik 0,64% dan Nasdaq Composite menguat 0,69%.

Saham sektor energi memimpin penguatan, seiring optimisme bahwa perusahaan minyak AS akan diuntungkan dari potensi pembangunan kembali infrastruktur energi Venezuela.

Chevron melesat 5,1% dan dinilai menjadi penerima manfaat terbesar karena telah memiliki kehadiran bisnis di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia.

Sedangkan, saham Exxon Mobil turut menguat 2,2%. Saham Halliburton melesat 7,8%, sementara SLB (Schlumberger) naik hampir 9%. Saham sektor keuangan juga menguat, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi AS pada 2026.

Saham Goldman Sachs naik 3,7%, sementara U.S. Bancorp menguat 2,9%. Di sisi lain, saham General Dynamics naik 3,5%, dan Lockheed Martin menguat 2,9%, seiring pandangan bahwa serangan militer cepat akan menjadi bagian dari pendekatan kebijakan luar negeri Trump dalam merespons risiko geopolitik.

BACA JUGA:   Bursa Diwarnai Sentimen US vs Iran, Ini 3 Saham Minggu Ini

Dampak Geopolitik AS-Venezuela, Bursa Asia Naik. Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (5/1), sementara harga minyak bergerak volatil seiring investor menilai dampak aksi militer AS di Venezuela dan bersiap menghadapi banjir data ekonomi pada pekan perdagangan penuh pertama tahun ini.

Pelaku pasar mencermati implikasi geopolitik setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan menempatkan Venezuela di bawah kendali sementara AS.

Harga minyak mentah bergerak tidak stabil di tengah evaluasi pasar terhadap intervensi AS di Venezuela dan keputusan OPEC+ yang mempertahankan level produksi.

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,97%, Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,03%, Kospi Korea Selatan melesat 3,43%, Taiex Taiwan menguat 2,57% dan S&P/ASX 200Australia naik tipis 0,1%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Trading Idea hari ini:  INET, BRMS, MBMA, UNTR, ARCI, dan HRTA

  • INET Spec Buy dengan area beli di 590, cutloss di bawah 560. Target dekat di 615-650.
  • BRMS Spec Buy dengan area beli di 1260-1275, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1290-1310.
  • MBMA Spec Buy dengan area beli di 620-625, cutloss di bawah 615. Target dekat di 635-645.
  • UNTR Spec Buy dengan area beli di 30750-30800, cutloss di bawah 30500. Target dekat di 31000-31300.
  • ARCI Buy if Break 1725, dengan target jual dekat di 1745-1775. Cutloss di bawah 1700.
  • HRTA Spec Buy dengan area beli di 2240-2270, cutloss di bawah 2220. Target dekat di 2310-2380.
Tags: ihsgrekomendasi sahamsahamtrading saham
Previous Post

Saham dan Waran HUMI Kembali Diperdagangkan

Next Post

JCI Diperkirakan Naik Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR