Jakarta, TopBusiness – Bank Jakarta tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditargetkan dapat terealisasi pada awal 2027. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan perolehan dana segar minimal Rp 3 triliun.
“Kami sekarang sedang persiapan, mudah-mudahan di awal 2027,” kata Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo saat peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta seperti dikutip, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, persiapan dilakukan melalui perbaikan fundamental perusahaan, penguatan kinerja, serta penunjukan konsultan guna mendukung proses menuju pasar modal. “Insya Allah minimum Rp3 triliun,” ujar Agus.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta untuk segera IPO guna memperkuat tata kelola, transparansi, serta meningkatkan profesionalisme bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.
Pramono menegaskan, IPO akan membuat Bank Jakarta berada di bawah pengawasan publik sehingga pengelolaannya semakin akuntabel dan berorientasi pada kinerja.
“Saya menaruh harapan agar Bank Jakarta dikelola secara profesional dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi secara intensif dengan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta jajaran komisaris dan direksi Bank Jakarta untuk mematangkan persiapan IPO. Penguatan tata kelola menjadi prasyarat utama sebelum bank daerah tersebut masuk ke pasar modal.
