Jakarta, TopBusiness—Program belanja daring ‘Hari Belanja Online Nasional’ (Harbolnas) 2025 yang berlangsung pada 10—16 Desember 2025 mencatatkan total transaksi Rp36,4 triliun melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp33–34 triliun.
Menteri Perdagangan RI (Mendag) Budi Santoso menyoroti kontribusi transaksi produk lokal dalam Harbolnas 2025. Ia memaparkan, produk lokal mencatatkan transaksi dengan kontribusi sebesar 45,6 persen dari total transaksi atau setara Rp16,6 triliun.
“Transaksi produk lokal ini meningkat 3 persen, atau sebesar Rp500 miliar, bila dibandingkan dengan 2024,” kata menteri tersebut melalui keterangan resmi (6/1/2026).
Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati oleh konsumen selama periode Harbolnas adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri (personal care), serta produk makanan dan minuman.
Capaian tersebut menunjukkan penguatan preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri di platform perdagangan digital. Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum belanja daring seperti ini.
“Caranya adalah dengan mendorong peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, serta penguatan kapasitas digital agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” ujar Menteri Budi Santoso.
